BERBAGI

bumilampung.com – Pandemi Corona yang terjadi saat ini memaksa pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan Lockdown untuk berdiam diri di rumah.

Namun kondisi ini tentu saja untuk pertanian harus tetap menghasilkan output agar kondisi ketersediaan pangan tetap terjaga khususnya di kabupaten Way Kanan Propinsi Lampung sebagai wilayah supervisi dan monitoring dari Balai Pelatihan Pertanian Lampung.

BACA JUGA  Sekda lamsel Lepas Keberangkatan 427 Calon Jemaah Haji Asal Lamsel Tahun 2023 Menuju Tanah Suci

” Karena sudah memasuki masa panen, jadi kami segera memanennya yaitu dengan memperhatikan pencegahan dengan menjaga jarak . Meski kami tahu pada saat ini tengah pandemi Covid-19, “ Ungkap Maulana, Kadis Pertanian Kabupaten Way Kanan.

Tampak sekilas wajah dari petani bersemangat untuk memanen padinya. Mereka menikmati seperti tanpa merasakan panas terik matahari bahkan sekalipun pandemi Covid-19 tengah menyelimuti wilayah ini.

BACA JUGA  Liput Pembahasan APBD, Wartawan Diusir Ketua Komisi II DPRD Lamsel

Disampaikan juga bahwa panen padi ini menurutnya cukup berhasil, pasalnya dari hamparan luas areal sawah 58 ha di kampung Mekar Jaya Kec Bahuga, 98 persen dapat berproduksi maksimal dengan produktivitas 5,4 Ton/hektar.

Lanjutnya, menurut Dadan Sunarsa, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung sebagai PJ Tim Supervisi dan Monitoring Kostratani Kabupaten Way Kanan, bahwa kita harus memastikan stok pangan khususnya beras di Propinsi Lampung tetap terjaga di tengah situasi pandemi corona saat ini melanda.

BACA JUGA  Pemerintah Wajib Bentuk PPWK, Anggota DPRD Noverisman ; Dana Melalui APBD

Diharapkan di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Way kanan tetap dapat melakukan aktivitas panen dengan tetap memperhatikan pencegahan terhadap pandemi Covid-19. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here