BERBAGI

bumilampung.com – Dinas PU Pera berharap adanya penambahan alat berat di dinas mereka. Pasalnya, minimnya alat berat yang ada di Dinas PUPera Pesawaran dikhawatirkan akan membuat proses rekontruksi pasca bencana.

“Memang untuk alat berat kita harus ditambah, dan harus ada alat berat yang posisinya stanby di titik-titik rawan bencana, baik banjir maupun longsor,”ungkap Kepala Dinas PUPera Pesawaran, Zainal Fikri pada Selasa (23/4).

BACA JUGA  Pemkab Lamsel Tambah Masa libur sekolah Hingga 27 April 2020

Dikatakan, untuk daerah daerah yang rawan bencana  akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT)  alat berat. Seperti di kecamatan Padangcermin- Way Ratai; Magra Punduh-Punduhpedada. Kemudian wilayah Way Lima-Kedondong.

IKLAN

“Dan di UPT itu stanby alat berat, ketika ada bencana kita akan lebih cepat penanganannya. Paling tidak kita 3 alat berat, sementara alat berat yang ada di kita sudah tua dan dalam proses perbaikan,” ucapnya.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Kembali Lantik Thamrin Jadi Pj Sekda Kabupaten Lampung Selatan

Menurutnya sejumlah infrastruktur yang menjadi kewenagan provinsi seperti jalan provinsi akan segera dikoordinasikan dengan Dinas PU Provinsi.

“Karena ada beberapa infrastruktur yang sudah kita sampaikan, tapi belum ada tindak lanjut. Dan hari ini kita akan berkirim surat ke provinsi,”ujarnya.

Lebih jauh Fikri menambahkan, selain penambahan alat berat, anggaran untuk tanggap darurat bencana hendaknya dapat ditambah. Untuk itu dukungan dari pihak legislatif juga sangat dibutuhkan.

BACA JUGA  Polsek RawaJitu Selatan Lakukan Evakuasi dan Pendataan Korban Bencana Angin Puting Beliung

“Anggaran yang dialokasikan untuk itu ( tanggap darurat) belum signifikan. Sehingga penanganan pasca banjir tidak komprehensif. Untuk itu kita butuh dukungan legislatif untuk mengalokasikan anggaran, baik tanggap darurat pasca bencana dan anggaran untuk jangka panjang,”pungkasnya. (ozi/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here