JAKARTA — Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menambah kekuatan organisasi dengan bergabungnya Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) bersama enam serikat pekerja sektor penerbangan. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis memperkuat solidaritas buruh nasional, khususnya di sektor aviasi.
Wakil Ketua Umum DPP KSPSI, M. Alzier Dianis Thabranie, menyambut positif keputusan FSPPI untuk berafiliasi dengan KSPSI yang dipimpin Moh. Jumhur Hidayat. Menurut Alzier, bergabungnya FSPPI akan memperkuat daya juang konfederasi dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
“Ini menjadi tambahan energi bagi KSPSI untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan buruh, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan industri dan perekonomian nasional,” ujar Alzier usai Rakornas II dan Rakernas IV KSPSI di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).
Alzier berharap FSPPI dapat bersinergi dengan federasi dan serikat pekerja lain yang telah lebih dahulu bergabung dalam KSPSI. Ia menekankan pentingnya persatuan gerakan buruh agar memiliki posisi tawar yang kuat dalam dialog dengan pemerintah, DPR, dan dunia usaha.
Ketua Umum FSPPI, Jemmy Pongo, menyampaikan bahwa keputusan berafiliasi dengan KSPSI merupakan hasil proses internal yang matang. Menurut dia, langkah tersebut diambil untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap pekerja di sektor penerbangan.
“Kami berketetapan hati bergabung dengan KSPSI untuk membangun solidaritas yang lebih luas bersama federasi lain. Dengan bergabungnya FSPPI, kini terdapat 15 federasi di dalam KSPSI yang siap bersinergi dan saling belajar,” kata Jemmy.
Adapun enam serikat pekerja di bawah naungan FSPPI yang ikut bergabung meliputi Asosiasi Pilot Garuda, Serikat Pekerja Gapura Angkasa, Serikat Pekerja Angkasa Pura, Serikat Pekerja GMF, Serikat Pekerja Aero Trans Indonesia, dan Serikat Karyawan AirNav.
Deklarasi bergabungnya FSPPI dilakukan pada Rakornas II KSPSI yang digelar Kamis (12/2/2026). FSPPI menilai afiliasi ini penting untuk memperkuat soliditas pekerja di seluruh ekosistem penerbangan nasional, sekaligus meningkatkan posisi tawar buruh di tengah tantangan industri aviasi ke depan. (Rls).












