Lampung Selatan – Dalam semangat kebersamaan dan penguatan keimanan di bulan suci Ramadan, PTPN I Regional 7 kembali menggelar Safari Ramadan ketiga di Kebun Bergen, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan rutin tahunan ini bertujuan memotivasi seluruh pekerja untuk meningkatkan kualitas diri dan spiritualitas, sekaligus berbagi dengan sesama. Dalam kesempatan tersebut, panitia turut mengundang anak yatim untuk menerima santunan dari perusahaan.
Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, mengatakan Safari Ramadan memberi manfaat besar, baik bagi karyawan maupun masyarakat sekitar. Ia pun memohon doa agar keberadaan perusahaan terus membawa kebaikan di mana pun berada.
“Tahun ini Safari Ramadan kami kemas lebih efisien. Tidak dilaksanakan di setiap kebun, tetapi tidak mengurangi makna dan semangat bulan suci,” ujarnya.
Tuhu Bangun mengajak seluruh insan PTPN I Regional 7 untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berani melakukan perubahan dalam bekerja. Menurutnya, kerja yang biasa-biasa saja tidak akan membawa kemajuan.
“Yang sudah baik harus dipertahankan, dan yang belum baik harus diperbaiki. Jika ada kesalahan, sadari dan perbaiki. Mari berubah, karena perubahan itulah yang membawa kebaikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya setiap karyawan mengenal dan memahami diri sendiri, sehingga apa yang dikerjakan benar-benar mencerminkan nilai iman. “Apa yang kita lakukan, tanyakan pada hati, agar hasilnya lebih baik dan berkah,” pungkasnya.
Sementara itu, Manager Kebun Bergen, Lambok, mengakui kinerja kebun saat ini belum menunjukkan capaian signifikan. Namun, Safari Ramadan menjadi momentum silaturahmi dan ajang berbagi pengalaman dengan kebun lain.
“Forum ini menjadi sarana sharing dan mempererat kebersamaan,” katanya.
Lambok juga menyampaikan terima kasih atas santunan yang diberikan kantor regional serta hasil penggalangan dana karyawan Kebun Bergen untuk anak yatim. Menurutnya, kegiatan ini rutin dilakukan pada momen tertentu sebagai ajang silaturahmi antar kebun di wilayah Lampung.
Ia menekankan pentingnya membersihkan hati, menguatkan silaturahmi, dan meningkatkan produktivitas agar hasil kerja lebih berkah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Isroni mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Ia menegaskan bahwa bentuk syukur tertinggi adalah ketika seseorang mampu memberi manfaat bagi orang lain.
“Jika punya harta, berbagi kepada yang membutuhkan. Perbanyak juga shalawat, karena dengan bershalawat kita akan semakin dekat dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Ustaz Isroni menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah istimewa yang balasannya langsung dari Allah SWT. Ia juga menguraikan makna puasa secara bahasa dan hukum, serta menegaskan bahwa puasa memiliki beberapa tingkatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas keimanan. (**)












