BERBAGI
FESTIVAL : Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim saat menaiki gajah pada Festival Way Kambas ke-18 di Lampung Timur.

bumilampung.co.id – Bupati Lampung Timur (Lamtim) Chusnunia Chalim (Nunik) menjual berbagai lokasi wisata yang ada di Lamtim di Festival Way Kambas (FWK), yang memiliki panorama alam yang indah untuk dikunjungi oleh para wisatawan.

“Festival Way Kambas (FWK) akan menjadi komitmen Pemkab untuk merubah agar masyarakat datang ke hutan dan menikmati. Sehingga menyayangi hingga akhirnya terpanggil untuk melestarikan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu ajang promosi untuk mengenalkan tempat wisata di Lampung Timur,” tegas bupati wanita ini kemarin.

Menurutnya, Festival Way Kambas merupakan agenda wisata yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamtim. Festival Way Kambas dilaksanakan pertama kali pada 2016. Agenda wisata tahunan tersebut diadakan setiap bulan November. Gelaran Festival Way Kambas dipusatkan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

BACA JUGA  Xc Race Ke-4 Meriahkan FWK XVII
IKLAN

Dikatakan bupati, walau berlangsung di TNWK, kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan TNWK. “Di Lamtim banyak lokasi wisata yang bagus untuk dikunjungi. Seperti Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo dan Goa Pandan,” terang dia.

Tak cuma mengenalkan destinasi wisata, acara itu juga menjadi sarana untuk mengingatkan pengunjung wisata guna menjaga kebersihan dan kelestarian hutan. Hal itu bertujuan supaya masyarakat sadar terhadap konservasi. Sehingga, kondisi alam tetap terjaga.

BACA JUGA  Pembangunan SDM, Jokowi Akan Bangun 1000 Unit Balai Latihan

Sementara Staf Ahli Gubernur Lampung bidang Pemerintahan dan Politik Theresia Sormin mengaku, Festival Way Kambas bukan cuma sebagai ajang promosi pariwisata. Namun mengkampanyekan satwa endemik sumatera yang dilindungi. Seperti gajah, harimau, dan beruang.

“TNWK merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia, sangat erat kaitannya dengan gajah, karena menjadi tempat perlindungan raksasa lembut itu. Tapi jadi pusat pelatihan dan rumah sakit gajah pertama di Indonesia. Pemprov siap berkolaborasi agar menjadi salah satu wisata andalan Lampung,” tukasnya mewakili Gubernur.

BACA JUGA  Tekan Angka Kecelakaan Dishub Lamsel Melakukan Rekayasa Lalu Lintas

Dimana telah digelontorkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk infrastruktur dan penunjang lainnya. Seprti pembangunan tempat swafoto. Pemprov Lampung juga membangun gazebo, panggung gajah, toilet, dan beberapa lainnya.

“Pemprov akan terus menjaga dan melestarikan dalam upaya mengembangkan pariwisata dengan tagline ayo ke taman nasional. Ke depan akses ke TNWK bisa semakin mudah dengan adanya jalan tol dan meningkatnya bandara radin inten 2 menjadi internasional,” imbuhnya. (rls/ars/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here