BERBAGI

TULANGBAWANG – LSM FORKORINDO Tulang Bawang (Tuba), meminta kepada pihak aparat penegak hukum dan DPRD agar mengusut siapa mafia BBM (Bahan Bakar Minyak), yang menyebabkan masyarakat sulit memperoleh BBM jenis premium.

Sementara tengki tengki modifikasi terus melakukan pengecoran, baik kendaraan roda dua, mau pun roda empat.

“Ironisnya praktek pengecoran menggunakan modifikasi ini sudah berjalan sejak lama, tidak ada tindakan tegas dari aparat kepolisian atau legislatif kendati masyarakat mengeluh kerisis BBM jenis premium,” tegas Gunawan.

BACA JUGA  Bersama Warga, Kelurahan Menggala Kota Rutin Gelar Gotong Royong
IKLAN

Selain itu, Gunawan mengancam akan turun ke jalan untuk orasi bila mana pihak SPBU terminal 25.345.107.,SPBU Kibang 24.341.70, SPBU Bawang latak 24.345.115.masih tetap melakukan praktek pengecoran menggunakan deterjen atau tengki modifikasi.

“Di sinyalir ketiga SPBU tersebut memasok tiga titik wilayah pengoplosan minyak mentah, kampung Bugis Menggala, unit sembilan Menggala Timur dan Dente Teladan, sehingga pasok prenium BBM jenis solar lainya habis untuk kuota kota Menggala, pihak SPBU selalu berkilah memenuhi kebutuhan masyarakat pedalaman namun mengabaikan masyarakat di kabupaten,” tegasnya.

BACA JUGA  Pererat Silaturahmi, PWI Tuba Audiensi dengan Kejari

Dan lanjut Gunawan persoalannya ketiga SPBU tersebut hanya buka dua jam pukul 07 sd pukul 08 selanjutnya pihak SPBU memasang plang BBM habis.

“Sejauh ini sudah jelas pihak SPBU telah mengabaikan undang undang migas, praktek teng modifikasi di lakukan guna mengelabui masyarakat, SPBU memegang peranan pekerja hanya di atas namakan pemilik ijin, namun sebenarnya pengelolaan SPBU otak dari semua praktek tersebut,” tutup Gunawan. (dan/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here