BERBAGI

Bumilampung.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melakukan silaturahmi dengan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) dilingkup pertanian, peternakan, dan perikanan se-Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (24/04).

Pertemuan yang digelar di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, turut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Selatan Fredy SM, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Syahlani, Kepala Dinas Peternakan Arsyad, dan Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Zailani Bura.

Mengawali acara itu, Fredy mengatakan, pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara Plt Bupati Lampung Selatan dengan para KUPT yang menjadi ujung tombak sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

BACA JUGA  Hadiri Serah Terima Sapi, Nanang Ermanto Puji Koperasi Maju Sejahtera Dalam Mengembangkan Sapi BX Australi
IKLAN

“Intinya kita silaturahmi, jangan sampai nanti ketemu dengan Pak Bupati di jalan tidak kenal, kan terlalu. Dan yang kedua, kita juga ingin melakukan evaluasi terhadap kinerja bapak ibu sekalian, karena kita tahu pertanian ini merupakan prioritas di Lampung Selatan,” ujar Fredy.

Sementara, dalam pertemuan itu, Nanang menyampaikan, perlu adanya perubahan pola pikir, sikap dan mental para KUPT maupun penyuluh sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Mari kita refleksikan diri, revolusi mental, bagaimana disini kita sama-sama berdiskusi membangun dan memajukan daerah yang kita cintai ini,” kata Nanang dalam arahannya.

BACA JUGA  Meriahnya Malam Puncak Hut Ri ke 73, Di Tyuh Karta Sari Tulang Bawang Udik

Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki lokasi yang strategis, Kabupaten Lampung Selatan memiliki berbagai potensi dan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Sebab itu, sebagai ujung tombak pemerintah di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, KUPT harus mempunyai suatu terobosan dan ivonasi memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Nanang mencontohkan, seperti memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki pemerintah daerah setempat untuk dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian atau agrowisata yang dapat berkontribusi mendukung pendapatan asli daerah (PAD).

“Sebagai pintu gerbang Jawa-Sumatera, kita harus bisa mengambil peluang itu. Misalnya, kita tanam duren, begitu panen nanti mereka (wisatawan, red) silahkan masuk sekian, dan boleh makan sepuasnya. Nah ini kan bisa mendapatkan pemasukan untuk daerah,” kata Nanang.

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Lampura Gelar Hearing Polemik Tes BLUD RSUD Ryacudu Kotabumi

Untuk itu, Nanang juga berharap keberadaan KUPT dan penyuluh dapat menjadi motor penggerak agrowisata dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pendapatan masyarakat melalui agrowisata dalam pemberdayaan masyarakat petani di desanya masing-masing.

“Lokasi kita (Lampung Selatan) ini bagus, jangan sampai sebagai daerah perlintasan, daerah kita cuma jadi tempat lewat-lewat saja. Tetapi dengan adanya kreasi dan inovasi ini, insya Allah, nanti manfaatnya bisa sama-sama kita rasakan,” imbuhnya. (az/frd).

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here