BERBAGI

Bumilampung.com – Kejaksaan Negeri Lamsel menuntut hukuman mati dan hukuman seumur hidup untuk dua terdakwa, Des Syafrizal dan Exel Oktaviano, yang kini sedang menjalani sidang di pengadilan Negeri Lamsel.

Des Syafrizal dan Exsel, adalah dua tersangka yang terlibat kasus kepemilikan narkotika jenis ganja seberat 129 ribu gram. Keduanya didakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 jo 132 no. 35 tahun 2019 undang-undang RI tentang narkotika.

Sidang tuntutan tersebut dipimpin oleh hakim ketua Deka Diana, hakim anggota chandra Revolisa dan Yuda serta panitera Awaludin sedangkan Jaksa Penuntut umum Rahmat Djati Waluya.

BACA JUGA  Mau Lihat Bunga Sakura, Gak Perlu Ke Jepang, di Lampung Ada Kok
IKLAN

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Hutamrin, faktor yang memberatkan maupun meringankan terdakwah tersebut berdasarkan dengan adanya barang bukti yang cukup besar.

“Dari Kejaksaan sudah semaksimal mungkin melakukan penuntutan terhadap ke dua terdakwah tersebut, dan itu pantas,” kata Hutamrin usai menggelar sidang tuntutan terhadap ke dua terdakwah kasus peredaran gelap Narkotika di Pengadilan Negeri Lampung Selatan, Selasa (15/10/2019).

BACA JUGA  Siswa SMP Pembangungan Terbakar Saat Pawai Obor

Dirinya berharap, keputusan hakim selaras dengan apa yang telah dituntutnya. Sebab, hal itu akan menjadi pembelajaran dan intropeksi kepada masyarakat, bahwa hukuman terhadap penyalahgunaan Narkotika tidak main-main.

“Mudah-mudahan keputusan hakim sesuai dengan apa yang kita tuntut, sebab dampak dari perbuatan ini sangat luar biasa. Sehingga ada efek jera atas perbuatan ini,” ujarnya.

Dikatakannya, Kabupaten yang menjadi pintu gerbangnya pulau Sumatera ini, disinyalir menjadi tempat ajang terbesar masuknya perederan Narkotika di Provinsi Lampung.

BACA JUGA  Hadir Di Istana Negara Plt Bupati Lamsel, Sempat Berbincang Hangat Dengan Arinal Djunaidi

Oleh karenanya, hal itu menjadi tugas bersama dalam menjaga dan mencegah masuknya peredaran Narkotika di Lampung Selatan.

“Lampung Selatan menjadi salah satu Kabupaten terbesar perederan Narkotika di Lampung, terbukti sajauh ini Kejari mencatat lebih dari 8 terdakwah telah dituntut hukuman mati, untuk itu kami mengajak masyarakat bersama-sama untuk pencegahannya,” pungkasnya.

Diketahui, sidang lanjutan dari pada kasus tersebut, akan dilanjutkan pada Selasa (22/10/2019) pekan depan, dengan agenda sidang pledoi. (Frd/Red1)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here