Tim Kementan RI Beri Pelatihan 62 Poktan Pringsewu

BERBAGI
Tim Kementerian Pertanian (Kementan) Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) RI, memberikan pelatihan operator Alsintan kepada Poktan Pringsewu.

PRINGSEWU – Tim Kementerian Pertanian (Kementan) Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) RI, memberikan pelatihan operator Alsintan kepada 62 Poktan se-Kabupaten Peringsewu.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat merubah paradigma petani dari konvensional ke modern dengan menggunakan alsintan. “Kenapa ini kita lakukan, sebab ini akan memberikan nilai tambah. Pertama dengan mengunakan Alsintan ini meningkatkan nilai produksi hasil pertanian dan mengurangi tenaga kerja. Ini juga sebagai antisipasi mengatasi kekurangan tenaga yang ada di desa,” ungkap Dr. Ir Bambang Gatut Nuryanto, M.Si selaku Kabid Standarisasi dan Sertifikasi Profesi dari Kementan RI, usai memberikan penyuluhan, di aula BP3K , Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, kemarin (Selasa, 27/3).

Menurutnya, pemerintah pusat telah mengucurkan bantuan Alsintan sejak tahun 2014 lalu hingga 2017. Untuk di Kabupaten Peringsewu setidaknya mendapatkan 469 Alsintan , mulai dari traktor roda 2 dan 4:, hingga combine harvester sedang dan kecil.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Lantik 6 Pejabat Kepala Desa Di Kecamatan Penengahan
IKLAN

“Nah, itu jumlahnya triliunan. Maka dari itu kami turun untuk mengecek dimanfaatkan tidak alsintan ini. Tujuan kami kemari untuk mengerakan para petani agar memanfaatkan alat itu, sayang kan dana yang sebegitu besar disia- siakan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyatakan, pihaknya memberikan pelatihan operator pada Alsintan Combine harvester dengan mendatangkan langsung  operator  dari PT Maxxi. Menurutnya, pelatihan itu berkaitan dengan tibanya musim panen padi hingga April mendatang. Selain itu, berdasarkan pendataan, beberapa Alsintan yang ada di Kabupaten Pringsewu ada mengalami kerusakan.

“Ini akan kami inventaris dikarenakan kebutuhan alsintan setiap kecamatan bebeda. Untuk alsintan yang rusak bisa di perbaiki baik secara swadaya Poktan ataupun dianggarkan pada APBD. Maka dari itu kita minta laporan dari Poktan, UPT dan Dinas Pertanian Peringsewu untuk meneruskan ke pusat. Sehingga nantinya dapat di berikan solusinya,” tegasnya.

Lebih lanjut bambang juga mengatakan untuk data untuk di provinsi lampung   ini yang kita lihat untuk pengolahan lahan dan luas panen masih  rendah dan untuk beberapa target sangat rendah sekali bahkan secara nasional untuk lampung sendiri urutan ketiga dari bawah.

BACA JUGA  STIKes Muhammadiyah Pringsewu Mencetak Lulusan yang Profesional dan Berpengetahuan Global dengan Bekerja Sama dengan Institusi Luar Negeri

Senada dikatakan Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Peringsewu, Maryanto, bahwa tujuan penyuluhan atau sosialisasi pemanfaatan Alsintan, terutama combine harvester (mesin tanam padi). Dalam hal ini, pihaknya mengajak Poktan untuk bisa menargetkan luas kinerja yang harus dicapai.

“Jika mesinnya bekerja tentu saja pendapatan petani meningkat dan dapat menekan hasil rendah. Karena dengan peningkatan kinerja otomatis akan meningkatkan pendapatan petani itu sendiri agar bisa lebih sejahtera,” ucapnya.

Mengingat, dari 469 Alsintan yang diberikan oleh pemerintah pusat, Kabupaten Peringsewu mendapatkan 70 unit Combine harvester. Tujuh unit ukuran sedang dan 63 unit ukuran kecil. Dengan jumlah tersebut maka pihaknya mengundang para Poktan penerima alat itu, sekaligus mempertanyakan mengapa produktivitasnya rendah.

BACA JUGA  Angka Kelahiran Menurun, Jumlah Lansia Meningkat

“Setelah kita diskusi, produktivitas rendah dikarenakan musimnya.  Sekarang curah hujan yang tinggi mengakibatkan Alsintan belum banyak beroperasi secara maksimal,” kata Maryanto.

Lebih lanjut Maryanto mengatakan, terkait berbagai keluhan yang disampaikan poktan mengenai mesin Combine harvester yang di terima di Kabupaten Peringsewu. Mulai dari tidak tersedianya suku cadang. Dalam hal ini Distan Kabupaten Peringsewu siap memfasilitasi dengan pihak produsen. Sementara, untuk peningkatan SDM juga akan dilakukan pelatihan atau Bimtek.

“Dengan adanya tim monitoring yang dilakukan Kementan ini kita harapkan dapat disampaikan mereka ke forum pimpinan dan jadi masukan di pusat.  Nah, agar ini bisa berjalan cepat maka ini harus segera di tindaklanjuti permasalahan disini oleh Kementan sehingga apa yang ditargetkan bisa terealisasi,” harapnya. (cw/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here