BERBAGI

 

bumilampung.com – Sejatinya anggaran 20 persen dari APBN untuk pendidikan diharapkan mampu memberikan solusi guna meningkatkan mutu pendidikan yang baik, disertai fasilitas pendidikan yang memadai.

Namun pada kenyataanya masih banyak potret buram fasilitas pendidikan, yang kumuh dan terabaikan di Kabupaten Pesawaran.

IKLAN

Ironisnya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Pesawaran yang dipimpin Bupati Dendi Ramadhona melalui dinas terkait terkesan tutup mata, meskipun pihak sekolah sudah berupaya, untuk mengusulkan rehab atau penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).

Meskipun usulan itu sudah berulangkali disampaikan namun belum ada realisasi dari dinas terkait, salah satunya kekurangan ruang kelas belajar di SDN 20 Way Ratai, Kecamatan Way Ratai yang perlu perhatian semua pihak.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Way Ratai yang terletak di Desa Mulyosari l, Kecamatan Way Ratai, kekurangan ruang kelas untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal ini membuat pihak sekolah terpaksa menggunakan rumah dinas sebagai ruang belajar untuk kelas kelas 1 dan kelas 2.

BACA JUGA  BPPRD Lamsel Adakan Penyuluhan Wajib Pajak dan Retribusi

Berdasarkan dari hasil pantauan di lapangan, kondisi bangunan rumah dinas SDN 20 Way Ratai yang masih terbuat dari papan tersebut digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM), meskipun dalam kondisi rusak dan sangat memperhatinkan.

Dimana kondisi atap plafon yang terbuat dari triplek sudah banyak yang hancur dan bergelantungan dan nyaris ambruk, ditambah dinding papan yang sudah pada bolong.

Salah seorang guru disekolah tersebut yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat khawatir dengan kondisi bangunan di sekolah setempat, lantaran mengganggu kenyamanan aktifitas belajar dan mengajar.

“Jika hujan deras saat sedang belajar maka meja dan kursi harus kita geser ketempat yang tidak bocor, karena ruangan ini menjadi becek. Kami berharap pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui dinas terkait bisa segera melakukan penambahan rung kelas baru sebanyak 4 kelas agar para siswa maupun guru bisa melakukan aktivitas belajar dan mengajar dengan nyaman,” harapnya.

BACA JUGA  Pairin Lepas Karnaval Tahun Baru Islam

Sementara, Kepala SDN 20 Way Ratai, Kabul, mengatakan, bahwa di SDN 20 Way Ratai memiliki 162 siswa dan 16 guru pengajar. Namun hanya memiliki 4 ruang kelas belajar. Untuk menunjang proses belajar siswa agar berjalan dengan baik, pihaknya bersama komite memutuskan untuk memanfaatkan rumah dinas yang di sulap menjadi ruang kelas.

“Memang pada tahun 2012 kita mendapatkan bantuan dana blockgrand untuk pembangunan 4 ruang kelas, namun itu belum cukup untuk menampung 162 siswa, sehingga kita manfaatkan dan gunakan rumah dinas yang sudah tidak terpakai lagi untuk kegiatan belajar dan mengajar meskipun sudah tidak layak. Hal ini kami lakukan agar para siswa tidak belajar diluar ruangan atau berdesakan di dalam kelas,” tuturnya, Sabtu (2/10).

BACA JUGA  DPRD Lampung dan Gubernur Tinjau Efektifitas Kemandirian Fiskal Pengelolaan Keuangan Daerah

Kabul menambahkan, kekurangan kelas di SDN 20 Way Ratai sudah terjadi sejak lama. Namun sampai sekarang belum ada tanda tanda akan ada penambahan untuk ruang kelas baru. Dirinya mengaku telah menyampaikan usulan kepada instansi terkait untuk penambahan ruang kelas baru, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Besar harapan kami kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran dapat memberikan bantuan penambahan ruang kelas. Kami sudah sering mengajukan usulan, amun hanya sebatas usulan untuk penambahan ruang kelas, namun belum ada realisasinya,” pungkasnya. (jkh/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here