BERBAGI

BANDARLAMPUNG – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Lampung menetapkan Ahmad Jahri sebagai Direktur Bisnis, yang digelar di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Kamis (16/9).

Ahmad Jahri dipercaya sebagai Direktur Bisnis Bank Lampung menggantikan Nurdin Hasboena yang meninggal dunia pada November 2020 lalu.

Komisaris Utama (Komut) Bank Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan, RUPS-LB telah menyetujui dan mengesahkan Ahmad Jahri sebagai Direktur Bisnis Bank Lampung.

IKLAN

“Semua tahapan sudah dilakukan, baik fit and proper test OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan semuanya berjalan lancar,” ujar Fahrizal.

BACA JUGA  Tangki Solar Meledak, Tiga Tewas

Selain itu, RUPS-LB yang berlangsung tertutup juga membahas terkait penyertaan modal bagi para pemegang saham.

“Sudah kita koordinasikan, maka ditetapkan diprioritaskan untuk menambah modal untuk kabupaten/kota yang masih kecil,” lanjut Fahrizal.

RUPS-LB juga membahas Kelompok Usaha Bank (KUB). Namun, Fahrizal belum bersedia menjelaskan secara detil karena akan dibahas lebih lanjut.

“Sedang diproses, kalau sudah final nanti akan diumunkan oleh Pak Gubernur,” tutur Sekprov Lampung ini.

BACA JUGA  Dirut PTPN VII Motivasi 150 Siswa

Sosok Ahmad Jahri sendiri bukan orang baru di Bank Lampung. Pria kelahiran 1 September 1972 ini memulai kariernya di Bank yang sahamnya dimiliki seluruh Pemerintah Daerah di Provinsi Lampung ini pada tahun 2001 dan tempatkan di Divisi Kredit.

Sebelum didapuk sebagai Direktur Bisnis Bank Lampung, tamatan SMA Negeri 1 Way Jepara Lampung Timur ini juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Umum, kepala Divisi SDM, Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan, Kepada Divisi Manajemen Risiko, dan Kepala Divisi Kredit Konsumer Bank Lampung.

BACA JUGA  BPP Lampung Jadi Tuan Rumah Temu Profesi IWI Cabang Kementerian Pertanian

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Lampung, Ahmad Jahri berjanji akan fokus terhadap pengembangan sektor komersial dan UMKM.

Selain itu juga akan membangun ekosistem desa dan pasar, sehingga Bank Lampung bisa berkontribusi maksimal untuk daerah.

“Namun tetap berpatokan pada captive market yakni kredit konsumen dan kredit konsumsi, mungkin itu yang kita kembangkan kedepannya,” kata dia. (dka)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here