BERBAGI
Kapolres Lamsel AKBP M Syarahan, Saat apel kesiapan Oprasi Zebra tahun 2019 (Ferdi/Bumilampung.com).

LAMSEL – Polres Lampung Selatan menggelar apel kesiapan pasukan operasi Zebra Krakatau 2019 yang akan dilaksanakan mulai 23 oktober hingga 05 November 2019.

Apel pasukan dipimpin langsung Kapolres Lampung Selatan AKBP M,Syarhan , bertempat di lapangan Korpri Pemkab setempat, Rabu (23/10/2019).

Ikut serta dalam apel tersebut Anggota TNI dari kodim 0421,Dishub, Satpol PP, serta jajaran anggota Polres wilayah Lampung Selatan.

IKLAN

Kapolres Lamsel AKBP M Syarhan mengatakan, dengan digelarnya apel pasukan ini, menandakan dimulainya Operasi Zebra Karakatau 2019.

BACA JUGA  Panwaslu Kecamatan Kalianda Lantik 269 Anggota PTPS

“Oprasi Zebra ini akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan dengan memfokuskan pada penegakan hukum disertai kegiatan preventif dan secara selektif prioritas. Tujuannya yakni untuk menurunkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Syarhan kepada awak media.

Dia mengatakan, dalam operasi Zebra tetsebut, sebanyak 300 personil gabungan di diterjunkan.

Sasaran Oprasi lanjut Syarhan, mengutamakan tindakan di bidang lalu lintas, diantaranya tindakan Represif 80%, tindakan 10% dan tindakan preventif 10%.

BACA JUGA  Belum Genap 2 Tahun Jabat Kades, Muamar Diduga Sewenang-Wenang

“Dari ketiga kegiatan tersebut saya harapkan dilakukan dengan tindakan kepolisian yang Humanis dengan mengedepankan 3S, senyum sapa dan salam,” pungkasnya.

Adapun sasaran dari pada Operasi Zebra Krakatau 2019 tersebut akan menyesuaikan dengan Karakteristik masing-masing wilayah, diantaranya sebagai berikut :

1. Kendaraan R2 dan R4 yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan STNK dan TNKB,
2. Pengemudi yang tidak memiliki SIM,
3. Pengemudi R2 dan R4 yang menggunakan lampu isyarat lalu lintas rotator strobo,
4. Kendaraan yang melanggar berat muatan yang tidak sesuai peruntukannya dan layak Jalan,
5. Pengemudi yang surat Izin Mengemudinya tidak sesuai kendaraan atau peruntukannya,
6. Pengemudi kendaraan yang masih dibawah umur,
7. Pengendara yang melanggar rambu dan marka lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.(Frd/Red1).

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here