BERBAGI
Rapat Pembahasan Destinasi Wisata Daerah, sebagai salah satu upaya dalam mengoptimalkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) di bumi khagom mufakat (ist)

Bumilampung.com – Dampak wabah virus corona (covid-19) yang melanda dunia saat ini dirasakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dibidang parewisata dibanyak daearah, termasuk juga di Kabupaten Lamsel.

Untuk mensiasati pertumbuhan pariwisata tersebut, pemerintah kabupaten lamsel saat ini sedang melakukan pendataan sejumlah objek wisata yang memiliki potensi untuk mendongrak roda perekonomian kabupaten lamsel melalui bidang parewisata.

Tercatat, jumlah desitinasi wisata yang ada di Kabupaten Laamsel saat ini berjumlah 107, meliputi destinasi wisata alam dan buatan, yang terdapat di 17 kecamatan di Kabupaten Lamsel. Dari total tersebut ada 10 destinasi sebagai wisata unggulan daerah.

Dalam rapat pembahasan destinasi wisata daearah beberapa waktu lalu, Asisten Bidang Administrasi Umum Badruzzaman mengungkapkan, sektor pariwisata merupakan salah satu potensi SDA yang dapat diunggulkan di Kabupaten Lampung Selatan, sebagai upaya dalam mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat akibat wabah Virus Corona Disease 2019 (COVID-19).

BACA JUGA  Yayasan Tzu Chi Sinar Mas PT. Konverta Mitra Abadi Bagikan 200 Paket Sembako, Masker dan Alat Posyandu

“Suatu daerah itu akan maju tergantung dari bagaimana memberdayakan potensi yang besar di wilayahnya, salah satunya di Lampung Selatan adalah sektor wisata. Memang sektor yang paling banyak potensinya dibandingkan yang lain,” katanya, senin (14/2)

Karenanya, Badruzzaman meminta agar Jajaran Dinas terkait dapat memberikan data yang akurat dan spesifik, mengenai potensi destinasi wisata yang akan diunggulkan di Kabupaten Lampung Selatan.

BACA JUGA  Satu Pemain Binaan Askab PSSI Lamsel Lolos Seleksi Timnas U-16 

Seperti keterangan mengenai akses jalan menuju destinasi wisata, kesiapan dari destinasi wisata, data jumlah pengunjung, data lahan destinasi wisata serta daya tarik destinasi wisata itu sendiri. Kemudian, harus dilengkapi pula dengan foto sebagai dokumentasi.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mempermudah dalam memetakan potensi-potensi destinasi wisata, yang nantinya akan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah pada sektor pariwisata.

“Dasar pertimbangannya itu apa, kita juga ingin data ini lebih lengkap, seperti apa sih yang bisa kita lihat disana. Kemudian, jarak yang dekat, mudah ditempuh itu juga menjadi salah satu kelebihan. Syukur-syukur ada fotonya, jadi ada dokumentasinya bisa menjadi bahan untuk melengkapi. Baru kita membicarakan kendala, yang sifatnya penting,” jelasnya.

BACA JUGA  PT BBj  dan Asdp Jadi  Sasaran Utama Tim Monitoring  Pemkab Lamsel

Namun demikian, Badruzzaman juga berpesan, agar setiap pengurus destinasi wisata tidak lengah dan terus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) COVID-19, terlebih saat ini situasi pandemi virus korona kembali meningkat pada berbagai daerah termasuk Lampung Selatan.

“Walaupun memang disatu sisi potensi itu menguntungkan karena dikenal banyak orang, tapi dalam situasi COVID-19 seperti saat ini banyaknya potensi wisata menjadi masalah juga. Artinya ada sisi positif dan negatif,” ungkapnya. (ptm).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here