BERBAGI

bumilampung.com – Musim hujan sangat mempengaruhi harga bahan pangan khususnya di wilayah Bandar Lampung, terutama cabai.

Minimnya barang akibat banyak cabai rusak akibat curah hujan tinggi, mendongkrak harga harga pemedas rasa ini terus mengalami kenaikan. Hal ini diakui oleh Indah, salah seorang pedagang di Pasar Bambu Kuning, Bandar lampung.

Menurut Indah, apabila musim hujan tiba, maka harga cabai bisa melonjak hingga dua kali lipat. “Cabai sih yang paling ngaruh karena kan cabainya banyak yang rusak sama busuk ga bisa dijual “ujar Indah, Senin (03/02/2020).

BACA JUGA  Pemkab Lamsel Anggarkan  Rp 35, 508 Miliar Untuk Gaji 13
IKLAN

Dia mengatakan untuk saat ini segala jenis cabai harganya melambung tinggi. Harga cabai rawit merah masih menyentuh Rp 50.000 per kilogram. Kemudian, lanjut Indah, harga cabai merah besar mencapai Rp 50.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai caplak atau biasa disebut cabai setan mencapi Rp 100.00 per kilogram. “Kalau bicara omset nggak tentu ya, tapi penjualan hari ini masih stabil (meski ada kenaikan harga). Karena mereka (pembeli) juga butuh kan buat sehari-hari jadi ya ujung-ujungnya dibeli juga,” jelasnya.

BACA JUGA  Bapeda Provinsi Lampung Dan Kepolisan Lamsel Akan Gelar Razia Pajak Ranomor

Berbeda dengan Indah, pedagang sayur lainnya bernama Sukaeri, justru menjual cabai rawit merah dikisaran Rp 40 ribu per kg. Meski diakui ada kenaikan sedikit, namun kenaikannya tak separah awal tahun atau pada hari raya.

Untuk cabai merah di tempatnya sendiri saat ini dipatok sebesar Rp 40.000 per kg. Sementara untuk cabai rawit dijual sebesar Rp 50 ribu per kg. Dan cabai caplak dijual sebesar Rp 90.000 per kg. (hanifah/pkl/asf)

BACA JUGA  DPRD Kota Metro Janji Sampaikan Aspirasi Mahasiswa Terkait RUU

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here