BERBAGI

PALEMBANG  – Roda bisnis PTPN I Regional 7 yang menunjukkan tren positif mendapat apresiasi dari Komisaris PTPN I Nurhidayat. Dalam kunjungan kerjanya ke Kebun Musi Landas, Rabu (17/4/24), Pak Nur, sapaan akrabnya, mendapat laporan bahwa secara keseluruhan Regional 7 sudah membukukan laba pada triwulan I/2024. Namun, ia mengingatkan agar tidak terlena dengan tren ini karena kemungkinan faktor pendukung labanya adalah aspek di luar kendali manajemen.

“Saya sangat mengapresiasi atas realisasi kinerja operasional maupun finansial Unit Musilandas pada triwulan I 2024 yang melampaui target RKAP dan lebih baik dari realisasi triwulan I 2023. Pencapaian ini adalah hasil kerja keras tim tangguh Unit Musilandas, didukung faktor iklim dan harga jual yang baik. Gangguan penyakit pestalotiopsis yang beberapa tahun terakhir sangat menghambat pencapaian target produksi sudah mereda sejak akhir 2023, perdaunan tanaman karet membaik, potensi produksi meningkat. Namun Unit Musilandas tetap harus waspada dan kerja keras, karena ada info di perkebunan karet tetangga mulai muncul lagi gangguan pestalotiopsis,” kata dia.

Kebun Musi Landas menjadi target inspeksi hari kedua kunjungan Nurhidayat yang didampingi Regional Head PTPN I Regional 7 Denny Ramadhan setelah hari sebelumnya ke Kebun Cinta Manis. Turut hadir, SEVP Business Support Okta Kurniawan, SEVP Operation Wiyoso, Kabag Sekretariat dan Hukum Bambang Hartawan, Kabag Tanaman Yulianto, Kabag Teknik dan Pengolahan Meldi Imawan, dan beberapa pejabat lain.

BACA JUGA  Tiga Tokoh Lampung Penerima Penghargaan Inisiator Olahraga Sudah Tepat, ini Alasan SIWO PWI

Sedangkan Endi Setiawan Asisten Kepala Tanaman mewakili Manajer Kebun Musi Landas Bersama seluruh staf menjamu sebagai tuan rumah.

Sebelum berdiskusi mengkancah data, data, pencapaian, strategi, dan opsi-opsi meraih prestasi, Nurhidayat meninjau kebun dan pabrik karet Musi Landas. Dari dialog dan melihat langsung kondisi lapangan, Pak Nur menyatakan Kebun Musi Landas masih memiliki prospek yang baik untuk dipertahankan dan dikembangkan. Salah satu faktor yang dia soroti adalah kondisi daun karet yang sudah pulih setelah dalam beberapa tahun terakhir tidak sehat akibat serangan virus pestaloptiosis.

Di ruang rapat bersama, Pak Nur membawa data hasil pengamatan dan diskusi lapangan untuk dibahas. Soal daun yang pulih, kenaikan kinerja produksi pada triwulan I 2024 dibandingkan 2023, dan kondisi finansial yang mulai membaik tak lepas dari bahasannya. Ia mengingatkan bahwa faktor-faktor tersebut sebagai faktor given yang secara kebetulan hadir pada 2024.

“Pada bulan April 2024 ini realisasi produksi harian mengalami penurunan. Kondisi ekonomi global dan nasional berpengaruh terhadap kenaikan harga jual. kita mendapati kabar tentang indikasi Perang Rusia – Ukraina serta Israel – Palestina disusul Iran perlu diwaspadai pengaruhnya terhadap situasi pasar dan harga komoditi. Saat ini mata uang dolar terus menguat terhadap rupiah, sudah melampaui Rp 16.200 per dolar,” kata dia.

BACA JUGA  Mahasiswa KKN Unila Perkenalkan Digital Marketing Pada Pelaku UMKM Di Kampung Gunung Sari

Nurhidayat berpesan momentum tingginya harga jual hendaknya dimanfaatkan dengan terus berupaya meningkatkan produksi. Sambil terus berupaya meraih peluang pemanfaatan dan optimalisasi aset sebagai sumber tambahan pendapatan dan laba bagi perusahaan,” pensannya.

Sementara itu, pada penguatannya Regional Head Denny Ramadhan menyatakan siap menerima dan menjalankan rekomendasi dari Dewan Komisaris. Ia juga mengajak seluruh elemen di Regional 7 untuk membantu secara maksimal terhadap setiap kebijakan manajemen dalam memaksimalkan kinerja.

“Kalau soal teknis pekerjaan, saya yakin kita semua sudah sangat paham dan mahir. Yang kita butuhkan saat ini adalah value added atau nilai tambah dari setiap detail pekerjaan kita hari ini. Dan yang lebih penting lagi, kita sangat membutuhkan kepedulian terhadap sesuatu yang mungkin selama ini dianggap remeh. Intinya, jangan sampai kita terhalang oleh mental block,” kata dia.

Denny juga memberi keleluasaan kepada seluruh pimpinan unit, dari setingkat Kabag, Manajer, dan unit-unit dibawahnya untuk melakukan terobosan yang progresif. Salah satu faktor krusial yang kerap menghambat terobosan dan inovasi, kata dia, adalah keberanian mengambil risiko dan lambat mengambil keputusan.

BACA JUGA  Kunjungan Gibran di Lampung Jadi Momen Dukungan Relawan Bolone Mase

“Lakukan apa yang harus segera diputuskan. Kita sebagai pemimpin harus berani mengambil keputusan dan mengambil risiko dari keputusan yang kita ambil. Jangan kehilangan momentum. Jika kita sudah berhitung dan memitigasi masalah, putuskan. Sederhanakan prosedur agar setiap masalah tidak menimbulkan masalah berikutnya,” kata dia.

Sebagai tuan rumah, Endi Setiawan menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada manajemen PTPN I maupun Board of Regional Management (BRM) yang telah memotivasi seluruh kru Kebun Musi Landas. Mewakili manajer menyampaikan bersama tim manyatakan siap menjalankan rekomendasi dan saran-saran dari Dekom dan manajemen.

Sebelum menggelar rapat kerja Dekom dan BRM berkenan menyampaikan penghargaan kepada para karyawan penyadap dipilih berdasarkan produktivitas, kualitas sadapan, dan loyalitas kerja. Untuk teknik dan pengolahan, penilaian berdasarkan nilai amanah dan loyal dalam menjalankan pekerjaan, walaupun status mereka bukan tenaga tetap.

Para karyawan yang mendapatkan pengharaan diantara penyadap Afdeling I Legianto dan Mujio (PKWT ), Afd II Sutopo Agus Susmanto (PKWT). Afd III Suparji,T. Muhammad (PKWT ). Sementara dari teknik Ahmad Heroni dan pengolahan Apriyani. (*)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here