BERBAGI

Bumilampung.com – Peningkatan produksi pangan mutlak diperlukan, untuk mendukung ketahanan pangan nasional mengingat penduduk yang terus menerus bertambah.

Mekanisasi dan Otomatisasi menjadi hal yang sangat krusial untuk meningkatkan produksi pangan kita. Keahlian menggunakan alat dan mesin pertanian merupakan syarat utamanya. Menjawab hal tersebut, selama 3 hari BPP Lampung melaksanakan kegiatan Pelatihan Vokasi Alsintan mulai 25 s.d 7 April 2019.

Pelatihan diikuti oleh 90 orang petani milenial wilayah Lampung yang siap mendalami profesi sebagai operator alsintan.

BACA JUGA  Gerakan Tanam, Motivasi Percepatan LTT Kabupaten Way Kanan
IKLAN

Semua peserta sangat tertarik dan fokus belajar selama mengikuti pelatihan, Ujar Agus W, Praktisi Alsintan dari UPJA Mandiri Kabupaten Way Kanan.

“Mereka benar-benar semangat untuk bisa mengoperasikan dan merawat alsintan,”imbuhnya.

Pelatihan vokasi ini menitik beratkan pada kemampuan peserta untuk mengoperasikan dan merawat alsintan berupa traktor roda dua dan traktor roda empat, dua alsintan yang sangat penting dalam proses budidaya tanaman pangan baik itu padi, jagung atau kedelai.

BACA JUGA  Komisi II DPRD Lampung Terima Perwakilan Massa Demo Seluler

Keahlian mengoperasikan dan merawat merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh setiap operator yang akan mengelola traktor roda dua dan traktor roda empat.Dua keahlian tersebut sangat penting dikuasai bagi para peserta, Ichwanuddin, SST.,MM. Widyaiswara BPP Lampung, menekankan, ditemui saat kegiatan praktek peserta.

Materi tersebut harus dikuasai, sehingga dalam kegiatan ini setiap peserta diberikan waktu untuk mencoba mengoperasikan dan merawat traktor roda dua dan traktor roda empat.

BACA JUGA  Kepala BPP : Tanpa Disiplin Tak Gunanya 

“Dengan kegiatan praktek yang sesuai maka diharapkan setiap peserta mampu menguasai materi dengan baik”, pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan mengisi rencana tindak lanjut yang akan dilakukan peserta didaerahnya masing-masing. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan tenaga kerja di bidang pertanian untuk dapat di sertifikasi sesuai dengan keahliannya.

Dimana kedepan, setiap tenaga kerja perlu memiliki sertifikat keahlian sebagai bukti bahwa tenaga tersebut sudah kompeten. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here