BERBAGI

Bumilampung.com – Penyelenggaraan Festival Teluk Semangka 2019, banyak menuai kritik tajam dari masyarakat karena ada beberapa event yang sepertinya kurang perhatian dari Pemkab Tanggamus.

Seperti keluhan para peserta dan pendamping lomba mewarnai yang berasal dari Taman Kanak Kanak (TK), yang harus berjemur saat lomba berlangsung karena kurangnya naungan untuk berteduh.

Selain itu, pada arena lomba mancing juga terkesan asal jadi, atap berteduh peserta di buat dari pelepah kelapa dan plastik seadanya. Kemudian yang harusnya lomba digratiskan karena hajat Pemkab ternyata bayar.

IKLAN

“Apa hemat anggaran atau memang kurang anggaran, sehingga kegiatan kurang matang, anak TK yang ikut lomba mewarnai sampai berjemur kepanasan,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Tinjau Kondisi Jalan Rusak Di Kecamatan Palas

Diketahui, Opening Ceremony Festival Teluk Semaka (FTS) tahun 2019 di gelar di taman wisata air terjun Waylalaan, Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, Selasa (17/09/2019) pagi.

Diawali demgan pementasan drama kolosal Legenda Putri Madang, selain pementasan drama kolosal, dalam FTS tahun ini juga melibatkan para penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama ini. Turut pula digelar lomba mewarnai yang notabene pesertanya dari taman kanak kanak.

Dalam sambutannya, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani mengatakan, Kabupaten Tanggamus ini adalah kabupaten yang memiliki seni budaya dan potensi sumber daya alam yang sangat kaya. Salah satunya bendungan batu tegi, yang mana menjadi kebanggaan kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jajama ini, dan satu satunya ada di Provinsi Lampung, dan tentunya harus dieksplore lebih jauh lagi.

BACA JUGA  1.300 Pemuda Lamteng Dapat Pelatihan Wirausaha

“Kegiatan Festival Teluk Semaka (FTS) ini saya lihat sudah cukup lengkap, ada kegiatan di wisata Air nya, kemudian mengakat potensi kekayaan baharinya, ada gelaran budayanya, juga ada kegiatan kegiatan wisata yang tidak berasa khusus dari suku lampung, ada kuda lumping dan sebagai nya. Ini menunjukan kekayaan, keberagaman seni buda yang ada di kabupaten ini sangatlah kaya dan kita harus saling menghargai serta bersama sama berkomitmen untuk mengembangkannya bersama sama,” katanya.

BACA JUGA  Pemkab Tuba Dorong Peningkatan Perekonominan Masyarakat

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpempora) Tanggamus Retno Noviana Damayanti mengatakan, kegiatan FTS 2019 yang bertemakan Kebayan Lappung diselenggarakan selama lima (5) hari yakni di mulai tanggal 17-21 September 2019. Dengan lokasi kegiatan yakni di Kecamatan Kota Agung Timur, Gisting dan berakhir di Kecamatan Kota Agung.

“FTS ini diselenggarakan agar dapat meningkatkan sektor pariwisata dan melestarikan budaya serta kesenian yang ada di kabupaten ini. Yang tentunya mampu meningkatkan pendapatan kesejahteraan bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan budaya daerah,” katanya. (win/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here