BERBAGI

Bumilampung.com – Dibuka oleh Kasie Penyelenggara Pelatihan, mewakili Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP Lampung), Drs. Subur, MM, kegiatan biimbingan teknis peningkatan kompetensi KSTM (Kelompok Santri Tani Milenial) di Ponpes Darul Huda Mesuji, hari ini di buka (11/4/2019).

Kegiatan direncanakan dilaksanakan selama dua hari dengan materi berupa teknis budidaya ayam buras mulai dari kegiatan pembuatan kandang, pemeliharaan, hama dan penyakit sampai panen. Kegiatan diikuti oleh 100 santri yang merupakan perwakilan dari 10 KSTM dari 10 Pondok Pesantrean yang ada di Kabupaten Mesuji.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Ponpes Darul Huda, KH. Abdul Karim Mahfudz, S.Hi., Ketua RMI Kabupaten Mesuji, Munawir dan Kabid Peternakan Kabupaten Mesuji, Jhon Hendri.

IKLAN

Dalam kesempatan tersebut, subur mengatakan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan membekali para santri mengenai ilmu budidaya ayam khususnya ayam buras. Mengingat para santri sebelumnya hanya fokus pada belajar agama, maka dengan ini diharapkan santri dapat ilmu tambahan yang bisa langsung di aplikasikan saat bantuan ayam sudah datang.

BACA JUGA  Hebat, Petani Kontrol Harga Tengkulak

Diketahui bahwa Kelompok Santri Tani Milenial adalah kelompok santri yang berusia milenial beranggotakan 20 sampai 30 orang yang dibentuk oleh Pondok Pesantren.

Setiap pondok pesantren dapat mengajukan sampai 3 kelompok. Nantinya KSTM akan mendapatkan bantuan berupa bibit ayam buras sebanyak 500 ekor, pakan dan obat-obatan untuk 2 bulan serta bantuan pembuatan kandang.

Selain itu, kelompok santri tani milenial juga diberikan pembekalan mengenai teknis budidaya ayam buras dengan mengikuti kegitan bimtek. Sehingga nanti setelah ayam datang, para santri sudah tahu cara dan siap untuk merawat ayam-ayam tersebut dengan baik.

BACA JUGA  Wanita Perusak Baleho Rycko Minta Maaf, Katanya Rycko Orang Yang Baik Hati

“Jadi jangan sampai berhenti saat ayam sudah panen, namun harapannya, bantuan ini bisa menjadi rintisan usaha bagi kelompok, sehingga usaha ayam buras ini akan berjalan terus bahkan harus menjadi maju dari tahun ke tahun,” katanya.

Subur menambahkan bahwa jika usaha ini terus berjalan, maka tidak menjadi hal yang mustahil kesejahteraan para santri akan bertambah, dan para santri tidak hanya ahli dalam ilmu agama namun ahli dalam bisnis di bidang pertanian yang bisa jadi bekal kelak saat santri sudah lulus dari pesantren.

Dalam kesempatan itu Jhon Hendri, Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Mesuji, menambahkan di sela-sela menyampaikan materi bahwa pihaknya siap untuk terus membimbing para santri dalam budidaya ayam buras.

BACA JUGA  BK DPRD Jabar Kunker ke BK DPRD Provinsi Lampung

Hal tersebut sambut gembira oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huda, KH Abdul Karim Mahfudz, S.Hi, sebagai tuan rumah penyelenggara bimtek.

“Itu yang kami butuhkan, karena para santri kami belum pernah belajar ilmu peternakan, dan ini adalah hal baik, para santri banyak yang tertarik” ujar beliau, seraya memberi semangat kepada para santri.

Kegiatan Bimtek rencananya akan ditutup esok hari (12/4/2019), setelah semua materi disampaikan oleh tim pengajar yang berasal dari Dinas Peternakan Kabupaten Mesuji. Antusias peserta sangat bagus selama pelaksanaan bimtek, terlihat dari banyaknya peserta yang bertanya dan berdiskusi dengan pemateri selama disampaikan. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here