BERBAGI

Bumilampung.com – Para petani dari 4 kecamatan sangat bersemangat untuk mengikuti diklat tematik bawang putih yang dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung bertempat di KUB Margo Rukun Pekon Ngarip Kec. Ulu Belu Kabupaten Tanggamus, Kamis (21/02).

Mereka sangat bersemangat untuk datang ke lokasi meskipun jalan yg ditempuh untuk mencapai lokasi cukup berat turun naik gunung membelah jurang dan lembah tidak menjadi halangan.

Pelaksanaan pelatihan yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 21 s.d 23 Februari 2019 dibuka langsung oleh Dadan Sunarsa kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian Lampung, Kepala UPTD Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ulu Belu dan kepala seksi penyelenggara pelatihan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung.

IKLAN

Dadan Sunarsa menyatakan dalam sambutanya bahwa pelaksanaan pelatihan bertujuan, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan budidaya bawang putih secara baik dan benar melalui penerapan Good Agriculture Practices (GAP) serta meningkatkan kompetensi petani agar mahir dan handal mengelola budidaya bawang putih yang selama ini sebagian besar petani di tanggamus belum pernah melakukannya.

BACA JUGA  BPP Lampung Targetkan Peningkatan SDM 100 KSTM

Ini yang menjadi tantangan bagi para petani agar mampu setara setara dengan para petani di jawa, maupun sembalun lombok yang telah sukses mengembangkan bawang putih sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam penerapan Standard Operasional Prosedure (SOP) Budidaya diharapkan petani dapat memilih benih yang bermutu untuk kebutuhan benih Kebutuhan benih 600 s/d 1000 kg/ha.

Untuk penyiapan lahan dengan TRICHODERMA dan tambahkan DOLOMIT, bedengan dengan lebar 1-1.5 m dan tinggi 20-25 cm.

“Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan optimalisasi pemanfaatan potensi lahan Kabupaten Tanggamus sebagai penghasil produk hortikultura. Selain agroklimat yang mendukung, Kabupaten Tanggamus juga memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA) yang memudahkan petani untuk memasarkan hasil produksinya sampai ke luar Provinsi Lampung”, ujar Dadan yang memiliki hobi bersepeda.

Bawang putih (Allium Sativum L) merupakan salah tanaman sayuran umbi yang banyak ditanam diberbagai negara di dunia. Masyarakat pada umumnya hanya memanfaatkan bagian umbi saja, utamanya hanya sebagai bumbu dapur.

BACA JUGA  Komitmen Enesis Group untuk Konsisten Inovasi Hadirkan Tiga Produk

“Kita ketahui bersama gejolak harga beberapa komoditi hortikultura seperti cabai, tomat, bawang merah dan bawang putih sangat fluktuatif,” ujarnya.

Indonesia tercatat pernah mencapai swasembada bawang putih pada era 1994-1995. Saat itu, produksi bawang putih nasional mencapai 152 ribu ton dan luas areal tanam 21 ribu hektar lebih. Derasnya impor bawang putih, membuat produksi lokal dari tahun ke tahun tergerus hingga tersisa hanya sekitar 2 ribu hektar atau produksi 20 ribu ton per tahun.

Angka 2 ribu hektar per tahun tersebut nyaris tidak beranjak naik hingga tahun 2017 silam. Padahal kebutuhan total nasional lebih dari 550 ribu ton setahun.

Kementerian Pertanian menargetkan swasembada bawang putih di tahun 2019. Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, maka Balai Pelatihan Pertanian Lampung melakukan pelatihan pada Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung diantaranya Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat.

Dia menambahkan salah satu tugas aparat pembina adalah mengawal serta membimbing para pelaku usaha, baik dari segi teknis pengolahan maupun manajemen kelembagaan serta akses pemasarannya keberhasilan kegiatan pelatihan ini tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemampuan narasumber yang ada, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat keaktifan para peserta pelatihan.

BACA JUGA  Enam Pegawai BPP Lampung Berprestasi Dapat Reward

“Harapannya setelah menerima pelatihan dapat menambah pengalaman dalam hal Penyiapan Lahan, Perbenihan, Pemeliharaan dan tak kalah pentingnya adalah Panen dan Pasca Panen. Saya mengharapkan agar temen temen peserta dapat mengikutinya sampai selesai,” kata
Subur, selaku kepala seksi penyelenggara pelatihan menambahkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 petani yang berasal dari Ulu Belu sebanyak 20 orang, Pulaupanggung sebanyak 5 orang, Sumber Rejo sebanyak 3 orang dan Gisting sebanyak 2 orang.

Fasilitator yang akan melatih adalah Pakar/Praktisi dibidang budidaya bawang putih, Pejabat Pemerintah di bidang Pertanian yang kompeten dan Konsultan di bidang Pertanian. Adapun narasumber yang Kompeten dibidang budidaya bawang putih yang berasal dari Kabupaten Magelang. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here