BERBAGI

LAMPUNG UTARA – Ancaman para Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Lampung Utara (Lampura), beberapa waktu lalu ternyata tidak main-main.

Hari ini, Rabu (9/5), ribuan massa dari seluruh aparatur desa perwakilan dari 232 desa se kabupaten setempat itu tumpah ruah mengepung kantor Pemkab Lampura. Kedatangan ribuan massa tersebut merupakan buntut dari kekecewaan para aparatur desa Kabupaten Lampura, terkait janji pihak Pemkab yang akan membayarkan tunggakan ADD selama 8 bulan tahun 2017 lalu, serta ADD tahun 2018 yang sudah menunggak hingga 5 bulan dan sampai saat ini belum juga terealisasi.

Dalam orasinya, Rudy Fadli salah satu Kades mengatakan, kedatangan mereka ke Pemkab tersebut, ingin mempertanyakan hak seluruh aparatur desa yang selama ini belum di bayarkan oleh pihak Pemkab. Lampura.

BACA JUGA  Tetapkan Mako Brimob Lampura, Polda Adakan Syukuran
IKLAN

“Hari Senin (7/5) kemarin, kami datang ke Pemkab ini guna menanyakan persoalan ini, namun kenyataannya hari kemarin tidak ada Pejabat Pemkab Lampura ini yang dapat kami temui,” ujar dia.

Dikatakannya, dikarenakan tidak adanya kesimpulan pada Senin kemarin, maka agar pihak Pemkab Lampura, tidak menganggap ancaman mereka hanya omong kosong, maka pada hari ini seluruh Kades beserta seluruh aparatur desa secara bersama-sama ingin mempertanyakan kejelasan terksit ADD tahun 2017 dan 2018 ini belum juga di bayarkan.

Tetapi pihak mereka hanya selalu menerima janji saja dari pihak Pemkab bahwasanya pada awal Mei ini dana tersebut akan di realisasiakan. Namun sampai saat ini realisasi janji tersebut tidak ada.

“ini bukan lagi masalah aparatur desa tetapi ini sudah menjadi  urusan perut dan kelangsungan hidup Keluarga kami”, ungkapnya yang di
Amini rekan-rekan lainnya.

BACA JUGA  50 Penyuluh KB Kabupaten Beralih Tugas Menjadi ASN Pusat

Selang 30 menit masa berorasi, akhirnya para pengunjuk rasa tersebut ditemui oleh Ass.III Pemkab Lampura, Efrizal Arsyad di depan halaman Pemkab.

Namun karena situasi pengunjuk rasa yang begitu banyak dan mencegah akan adanya aksi anarkis, perwakilan para Kades di minta hadir di Ruang Siger lantai dua Pemkab Lampura.

Perwakilan Kades di terima di Ruang Siger oleh Ass.III, Efrizal Arsyad, Kabag Kesra, Ansory Yazid, dan Kepala BPMD, Suwito.
Setelah mendengarkan keluhan dan permintaan dari perwakilan Kades, Ass.III mengatakan, bahwa pada hari ini plt. Bupati Sri Widodo sedang berada di Istana Jakarta, untuk bertemu dengan Bapak Presiden membahas kaitan tersebut.

BACA JUGA  Aksi Solidaritas Kematian Yogi Terus Mengalir

“Kita berharap mudah-mudahan semoga setelah beliau kembali dari Jakarta, akan ada jalan keluar dari permasalahan ini,”  ungkap Ass.III.

Ditambahkannya, selaku pemangku jabatan tertinggi bagi ASN dilampirkan, yaitu Sekda sedang menghadap KPK terkait pembahasan Kabupaten Lampura. Jadi, untuk diketahui hingga saat ini selaku Asisten III dirinya mengemban tugas dari 7 jabatan yang ada di Kabupaten Lampura.

“Mari kita berdoa semoga ada jalan keluar, setelah Plt. pulang dari Jakarta,” pungkasnya.

Usai bertemu dan mendengarkan penjelasan dari Asisten III, akhirnya ribuan masa tersebut bertolak dan kembali ke desa masing-masing. Namun, mereka berjanji akan datang kembali guna terus menagih hak mereka saat Plt. Bupati Lampura sudah berada di tempat. (Sab/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here