Pendangkalan Sungai Bogorejo Ancam Warga

BERBAGI

Bumilampung.com – Pendangkalan Sungai Bogorejo di RT/RW 01/03, Dusun lll, Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mengamcam warga sekitar, terutama musibah banjir.

Bahkan setiap hujan turun air sungai tersebut selalu menguap ke pemukiman dan badan jalan. Untuk itu sudah suwajarnya hal ini menjadi perhatian pemerintah serta perilaku masyarakat itu sendiri. Mengingat pendangkalan sungai ini tak hanya akibat sedimen namun juga sampah rumah tangga.

BACA JUGA  Gelar Peringatan Nuzul Quran, Bupati Tulangbawang Ajak Warga Tingkatkan Keimanan Dan Ketakwaan

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Desa Bogorejo, Zaenal. Ia mengatakan bahwa kondisi pendangkalan sungai ini mencemaskan warga.

IKLAN

“Karena dangkal air sungai jadi lebih arus. Sehingga membahayakan warga. Dan kondisi jalan diujung jembatan yang ambrol, itu bisa membuat celaka pengguna jalan, terutama saat malam hari karena tidak ada penerangan di sekitar lokasi. Warga bisa terperosok, baik pejalan kaki ataupun kendaraan roda dua yang melintas,” ujarnya, Sabtu (6/6/2020).

BACA JUGA  HUT Ke-54, Bank Lampung Gelar Berbagai Acara

Setiap hujan lebat, imbuhnya, jalan penghubung antara Desa Bogorejo dengan Desa Sukaraja itu acap kali mencemaskan. Dangkalnya sungai, tidak mampu menampung tingginya debit air dari gunung.

Karena itu, warga berharap agar pihak dinas terkait segera mengambil langkah dengan merevitalisasi atau mengeruknya. Sekaligus memperbaiki jalan yang ambrol. “Khawatir musim penghujan seperti sekarang ini, aliran air sungai meluap. Jangan sampai ada korban jiwa,” kata Zaenal.

BACA JUGA  Anggota Komisi IV DPRD Lampung Midi, Mengimbau Kesadaran dan Kedisiplinan Masyarakat

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Pesawaran, Fikri mengimbau masyarakat untuk tidak membangun di sepanjang sempadan sungai.

“Kenapa aturan tersebut dibuat utk mengantisipasi hal-hal demikian (banjir dan longsor, red),” terang Fikri.

“Untuk jalan kami pastikankan dulu jalan kabupaten apa jalan lingkungan statusnya, kalau jalan kabupaten ranah PUPR, klau jalan lingkungan tanahnya perkim,” pungkasnya. (ndr/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here