BERBAGI

Bumilampung.com– Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang juga Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) Hj. Winarni Nanang Ermanto membuka lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK se-Kabupaten Lampung Selatan.

Lomba mewarnai yang dirangkai dengan Workshop Eco Printing itu diselenggarakan di panggung terbuka Radio DBFM Kalianda, Rabu (15/9/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Radio DBFM dan DKLS itu, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kreativitas anak dan perekonomian pada masa pandemi Covid-19.

IKLAN

Dalam sambutannya, Winarni sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan lomba mewarnai dan workshop eco printing tesebut.

Menurutnya, kegiatan itu bisa menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan kreativitas dan perekonomian masyarakat di Lampung Selatan.

“Sangat-sangat apresiasi. Baik dari Dinas Kominfo dan DBFM yang bersinergi dengan DKLS. Ini bisa menjadi program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta mencerdaskan anak bangsa karena bisa terselenggara disini,” tuturnya.

Winarni menambahkan, kegiatan lomba mewarnai tingkat PAUD dan pelatihan bagi masyarakat dan pelaku UMKM itu sangat positif untuk diselenggarakan. Pasalnya, dalam pembuatannya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.

“Rupanya dengan eco printing kita bisa memadukan tumbuhan yang ada disekitar kita dengan kain, sehingga bisa menjadi sebuah batik yang indah dan bisa kita gunakan. Nah ini banyak diminati memang batik eco printing, apalagi sekarang pada masa pandemi sangat dibutuhkan,” katanya.

BACA JUGA  Dinsos Lamssl Gulirkan Bansos Sembako Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Lebih lanjut Winarni menyampaikan, kegiatan yang memadukan antara pemerintah dan pelaku usaha ini, sangat baik dalam meningkatkan perekonomian dan kreativitas pada masa pandemi. Kemudian, hal ini juga bisa menjadi Indeks Inovasi Daerah dengan nilai yang bagus dan kuat.

“Ini harus ditingkatkan sinerginya. Karena ini mengaitkan inovasi usaha. Ini menjadi Indeks Inovasi Daerah, karena dengan dukungan pemerintah yang didukung oleh  para pelaku usaha, tentu ini akan menjadi nilai yang kuat dan bagus,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Radio DBFM Lampung Selatan, Rudi Suhaimi mengatakan, lomba mewarnai tingkat PAUD dan TK se-Lampung Selatan diikuti oleh 273 peserta. Setelah dilakukan penyaringan secara online terseleksi menjadi 20 peserta yang masuk dalam grand final pada hari ini.

Sedangkan, kegiatan Workshop Eco Printing diikuti oleh 33 peserta dari seluruh kalangan masyarakat Lampung Selatan. Kegiatan diselenggarakan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Kalau kita jangkau semua peserta akan membludak. Kita tetap patuhi protokol kesehatan, maka dari itu kami batasi untuk yang hadir disini. Kita seleksi dulu secara online setelah itu tersaringlah sebanyak 20 peserta untuk lomba tingkat PAUD,” ungkap Rudi dalam laporannya.

BACA JUGA  Masa Tugas Pjs Bupati Lamsel Berakhir, Sulpakar Serahkan Nota Pelaksanaan Tugas Ke Mendagri

Dalam kesempatan itu, Rudi juga menjelaskan terkait anggaran pelaksanaan kegiatan lomba mewarnai dan Workshop eco printing.

Rudi menyebut, pendanaan didapatkan dari berbagai mitra Radio DBFM yang ikut serta dalam mendukung kegiatan, salah satunya yaitu DKLS.

“Anggaran pelaksanaan kegiatan ini murni dari DKLS. Serapan anggaran untuk pembinaan seniman-seniman yang ada di Lampung Selatan,” jelasnya.

Rudi berharap dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut dapat menambah kreativitas serta wawasan peserta. Sehingga kedepan mampu membantu dalam membangkitkan perekonomian di Lampung Selatan.

“Paling tidak peserta workshop bisa membagi pengetahuannya. Ini salah satu upaya peningkatan ekonomi kreatif. Minimal untuk menghemat biaya, kalau ibu-ibu peserta workshop ingin beli baju batik tidak mengeluarkan biaya. Artinya bisa menggunakan bahan disekitarnya,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, M. Sefri Masdian mengatakan, kegiatan mewarnai tingkat PAUD itu masuk dalam program ABC (Anak Bangsa Cerdas). Dimana program ABC juga diselenggarakan untuk meningkatkan Indeks Inovasi Daerah.

“Kegiatan ini masuk dalam program Radio DBFM dalam program ABC. Dengan segala keterbatasan yang ada, kami selalu berupaya untuk menampilkan atau program-program yang sesuai dengan bidang kami,” ujarnya. (Kmf/Lim)

Peserta SKD CPNS dan CPPPK Non Guru yang Gugur Bertambah

BACA JUGA  Ketua Forum CSR Lampung Selatan, Ajak pelaku usaha untuk bersama-sama Membangun Lamsel

Lamsel – Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD)  Kabupaten Lampung Selatan menyatakan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) non guru yang gugur  pada hari kedua bertambah lagi.

“Pada sesi pertama hari kedua SKD CPNS dan CPPPK non guru bertambah 42 orang dari 400 peserta/sesi,”ujar Kepala BKD Lampung Selatan Puji Sukanto, Rabu, 15 September 2021.

Menurut dia, peserta yang dinyatakan gugur dalam SKD CPNS dan CPPPK non guru disebabkan tidak hadir ketika  dimulai pelaksanaan SKD pada hari kedua ini.

“Ya, secara otomatis peserta yang tidak hadir tanpa keterangan yang jelas saat dimulainya SKD, kami nyatakan gugur,”katanya.

Dalam kesempatan itu, Puji mengatakan dalam SKD CPNS dan CPPPK non guru, panitia memberikan pelayanan terbaik bagi peserta yang hamil.  Untuk pelayanan yang diberikan kepada peserta bamil berupa jalur khusus. Artinya, peserta hamil tidak harus antri seperti peserta yang tidak hamil.

“Peserta yang hmil diberi jalur khusus tidak antri, langsung registrasi dan duduk di ruang tunggu. Lalu,  masuk ke ruang ujian. Panitia juga menyediakan kursi roda untuk mendorong peserta yang hamil menuju ruang ujian,”katanya. (Lim

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here