BERBAGI

MESUJI – Sejumlah anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mesuji, mengunjungi tiga dusun yang berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang.

Tiga dusun itu yakni dusun minak jebi, dusun kuala dan dusun teluk gedung yang diketahui sampai saat masih menjadi sengketa wilayah perbatasan antara Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang Bawang.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Mesuji, kunjungan itu sebagai bentuk sisi kemanusian juga tindak lanjut menanggapi keluhan masyarakat akan kondisi yang dialami warga disana.

IKLAN

“Kunjungan saya dan beberapa anggota komisi III kesana, untuk melihat langsung kondisi wilayah dan persoalan yang dihadapi warga disana,” ujar Idrus.

Pasca kunjungan itu, Idrus mengaku sangat prihatin akan kondisi wilayah dan nasib warga di tiga dusun tersebut. Karena polemik tapal batas yang tak kunjung usai warga harus menjadi korban, terutama nasib anak anak disana yang terancam tak mendapat pendidikan yang optimal.

BACA JUGA  12 Petani Mesuji Dapat Penyuluhan

Diceritakan Idrus, yang membuat dia beserta Hartopo, Arwin dan Edi Sandani anggota DPRD dari Komisi III yang terut berkunjung begitu prihatin melihat anak anak sekolah dasar di dusun teluk gedung.

Anak anak disitu terpaksa melakukan proses belajar mengajar dikediaman sang guru. Itu terpaksa mereka lakukan karena bangunan sekolah mereka yang dulu berada diatas air kini telah ambruk dan hancur diterpa ombak sejak tahun lalu.

“Ini yang sangat membuat kita prihatin, tak ada bangunan sekolah di sana, dulu memang sempat ada bangunan sekolah apung disana, tapi sekarang sudah hancur, dan sampai sekarang pemerintah tak bangunkan itu buat mereka, jadi anak anak disana harus belajar di rumah gurunya dan ini tentu tak maksimal. Karena polemik tapal batas mereka yang harus jadi korban,” kata Idrus

BACA JUGA  KPU Mesuji Dituding Melakukan Pemborosan Anggaran

Politisi Nasdem ini mengaku telah berkoordinasi dengan Disdik Mesuji terkait sekolah tersebut. Namun sayangnya karena polemik itu, wilayah yang masuk tulang bawang, Disdik Mesuji tak dapa berbuat banyak, Pemkab Mesuji tak memiliki wewenang bila harus membuat bangunan sekolah disana.

“Akan kita coba upayakan melaporkan hal ini ke Disdik Provinsi Lampung. Kalau masih tidak ditanggapi juga, nanti kami anggota dewan mesuji siap patungan menyisihkan gajih kami untuk membangunkan sekolah bagi mereka disana,” tegasnya.

BACA JUGA  Ngaku Polisi, Wiji Asmoro Berhasil Gasak Uang Pacarnya Puluhan Juta

Dikatakan, sejak mekarnya Kabupaten Mesuji dari Tulang Bawang, status tiga dusun ini ngambang, pembangunan stagnan. Secara geografis atau wilayah mengacu undang undang nomor 49 tahun 2008 tentang pemekaran Kabupaten Mesuji, tiga dusun itu masuk wilayah Tulang Bawang.

Namun secara historis tiga dusun itu merupakan bagian dari Mesuji, dusun itu merupakan dusun kantong dari Desa Kuala Sidang, Kecamatan Rawajitu Utara. Selain itu, hampir seluruh warga yang bermukim disana beradministrasi kependudukan atau ber KTP/KK Mesuji.

“Ini mestinya menjadi perhatian semua pihak, kita kesampingkan soal pelemik tapal batas. Indonesia sudah merdeka, tapi mereka belum menikmatinya padahal mereka semua yang bermukim di sana juga Warga Negara Indonesia, anak anak disana juga berhak memperoleh pendidikan yang layak,” imbuhnya.(fan/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here