BERBAGI

BANDARLAMPUNG – Vaksin Campak dan Rubella (Vaksin MR) tetap berjalan. Namun pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung tidak memaksa orang tua anak yang masih enggan mengikutkan anaknya untuk vaksinasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung DR. dr. Hj. Reihana, M. Kes saat diwawancari oleh media mengatakan bahwa kekhawatiran masyarakat tentang belum halal Vaksin Campak dan Rubella (Vaksin MR) di hari kedua pelaksanaan Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR), menyebabkan keengganan untuk membolehkan anak mereka diimunisasi MR.

“15 Kabupaten Kota di Provinsi Lampung siap melaksanakan Kampanye Imunisasi MR, tidak dihentikan tetapi melayani siapa yang mau, bagi yang tidak mau kami tidak memaksa, namun kita ketahui bersama bahwa penyakit Campak dan Rubella adalah penyakit yang berbahaya. Dari sampel spesimen penderita campak yang diteliti Badan Litbangkes Kemkes RI (Badan Penelitian dan Pengembangan. Red) 60%nya juga mengandung virus Rubella. Untuk diketahui virus Rubella dapat menyebabkan kematian ataupun kelainan perkembangan janin apabila penyakit ini diderita oleh wanita hamil. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan dan penularan penyakit Campak dan Rubella di masyarakat dengan cara pemberian Vaksin MR secara missal pada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Untuk mendapatkan kekebalan komunitas perlu cakupan imunisasi sebesar minimal 95%. Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa vaksin Campak dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, sehingga virus yang sudah lemah ini apabila disuntikkan pada manusia tidak cukup kuat untuk menimbulkan penyakit tetapi cukup kuat untuk membentuk kekebalan dalam tubuh (antibodi). Cara membuat vaksin campak dengan menanam virus campak di embrio janin ayam yang steril kemudian dibiakkan . Sedangkan vaksin Rubella dibiakkan di sel Punca (stem sell) manusia yaitu plasenta,”ujar dr. Reihana.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Tinjau Kondisi Jalan Rusak Di Kecamatan Palas
IKLAN

Laporan yang masuk ke sekretariat Kampanye Imunisasi MR di Provinsi Lampung tercatat telah diimunisasi sebanyak 276.223 orang (12,3%) dengan rincian Lampung Barat 21.665 orang (27,5%), Tanggamus 23,433 orang (14,7%), Lampung Selatan 35.802 orang (13,15), Lampung Timur 26.795 orang (10,1%), Lampung Tengah 36.444 orang (10,7%), Lampung Utara 17.821orang (10,65%), Way Kanan 12.044 orang (10%), Tulang Bawang 20.915 orang (16,2%), Pesawaran 16.047 orang (13,4%), Pringsewu 7.816 orang (7,3%), Tulang Bawang Barat 12.763 orang (18%), Pesisir Barat 15.347 orang (31%), Bandar Lampung 27.653 orang (10,8%) dan Metro 1.680 orang (4,3%).

BACA JUGA  Khamami Kirim Surat Ke KPK

Seluruh pencanangan pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR di Provinsi Lampung adalah tanggal 1 Agustus 2018, sedangkan Kota Metro pada tanggal 2 Agustus 2018 dan untuk Mesuji laporan manual belum masuk karena pencanangan baru dilaksanakan pada hari ini (3 Agustus 2018). (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here