BERBAGI

Bumilampung.com – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah menjamin stok jagung aman, walaupun seluruh masyarakat di dunia saat ini was-was dengan pandemi virus Covid-19 yang semakin meluas.

Terbukti, Kabupaten Lampung Utara salah satu penyangga pangan Provinsi Lampung pada bulan April ini melangsungkan jagung.

Melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi COVID-19.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara, Dahlia mengatakan, luas panen padi Kabupaten Lampung Utara pada bulan April seluas 2.145 hektare (ha) dengan harga gabah kering panen Rp4.000 – Rp4.300 per kilogram. Sementara luas panen jagung di bulan Maret seluas 1.423 ha dan April seluas 2.634 ha.

BACA JUGA  Bank Lampung Lepas Kepergian Sang Nahkoda

“Harga jagung di daerah ini sangat menguntungkan petani. Harga jagung Rp3.700 per kilogram untuk jagung pipilan kering. Kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, sehingga harga jagung di tingkat petani membuat petani tersenyum. Padahal di tengah wabah Covid-19. Ini karena kinerja pemerintah saat ini, khususnya Kementerian Pertanian yang konsisten mendorong produksi dan menjamin harga,” ujar Dahlia.

BACA JUGA  DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Dorong Lampura Miliki Kolam Renang Standar Dunia

Poktan Asri 4 yang berada di Ds. Tata Karya Kecamatan Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara yang memiliki luas 20 Ha tanaman Jagung dengan Potensi Panen 7 ton/ha dengan ketua poktan Budiono serta Penyuluh Kostartani Wardoyo selalu mengawal petani agar bisa mencapai hasil yang baik dan dapat dipasarkan.

Hal ini sejalan dengan yang diserukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian.

BACA JUGA  Tony Eka Candara Paparkan Visi Misi Balonbup Lamsel Di DPD Partai Nasdem

“Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19 tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan Pertanian tidak berhenti”, ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Dadan Sunarsa selaku Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung serta Penanggung Jawab Kostratani di Kabupaten Lampung Utara menyampaikan besar harapan kepada petani dan penyuluh sebagai ujung tombak pertanian agar Tetap semangat menggerakkan roda pembangunan sektor pertanian. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here