BERBAGI

Bumilampung.co.id – Kehadiran wartawan ditengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi sebuah filter untuk menyaring berita dan informasi yang bersifat hoax. Sebab jika hal tersebut dibiarkan berlarut, maka dikhawatirkan dapat merusak tatanan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Pusat melalui Kepala Bidang Organisasi, Firdaus saat menghadiri pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XVIII Tahun 2018 di Gedung PWI Lampung, Senin (5/11).

“Jadikanlah UKW sebagai kekuatan pers yang akan datang. Sebab, kompeten merupakan keharusan dalam suatu profesi dan tanpa kompentensi wartawan bukan apa-apa serta wartawan diharapkan dapat menjadi filter masuknya berita-berita hoax,” ujarnya.

IKLAN

Apalagi, lanjut Firdaus, Provinsi Lampung merupakan pintu masuk sekaligus jembatan dari Pulau Sumatera sebagai kekuatan penyangga terdekat dalam rangka menciptakan keamanan secara nasional.

BACA JUGA  SMSI Kecam Penusukan Ulama Syekh Ali Jaber

“Karena dengan masuknya informasi hoax juga berdapak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu berlaku bagi wartawan untuk menjadi filter sehingga masyarakat tidak mudah termakan isu-isu yang mengancam keamanan nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt. Ketua PWI Provinsi Lampung, Nizwar menyampaikan, pada UKW kali ini, di ikuti sebanyak 48 peserta yang terdiri dari jenjang Muda, Madya dan Utama. Dan sejauh ini, lanjutnya PWI Lampung mencetak sebanyak 607 wartawan aktif yang berkompeten dan tersebar diseluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

“Dengan hadirnya para peserta UKW kali ini diharapkan dapat mewarnai khasanah pembangunan di Provinsi Lampung,” ucapnya.

BACA JUGA  Telkomsel Berkomitmen Terus Bangun Ekosistem Digital Indonesia

Disamping itu, menjelang pelaksanaan pesta demokrasi pada 2019 mendatang, kehadiran wartawan juga diharapkan dapat ikut mengsukseskan terselenggaranya kegiatan tersebut salah satunnya dengan menurunkan berita-berita yang kondusif serta memberikan dukungan anggota PWI yang maju dalam pencalegkan.

“Terimakasih juga kepada Pemprov Lampung yang telah mendukung dalam menciptakan wartawan yang berkompeten dan kita harap kedepan, Pemprov Lampung dapat terus mensuport kegiatan ini,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Pj Sekdaprov Lampung, Hamartoni Ahadis, dimana dengan dilaksanakanya UKW diharapkan dapat menciptakan wartawan yang berkompeten dapat mengawal dan memberikan yang terbaik bagi pembangunan di Provinsi Lampung.

“Fungsi koreksi sangat mutlak diperlukan oleh pemerintah, namun koreksi tersebut harus disampaikan dengan etika sehingga yang dikoreksi pun dapat memperbaiki diri, bukan justru menjadi lawan,” jelasnya.

BACA JUGA  Telkomsel Gandeng eFishery dan Japfa Hadirkan Kampung Perikanan Digital Di Indramayu

Sebab menurutnya, pembangunan yang saat ini tengah dan terus dilaksanakan oleh Pemprov Lampung harus juga disampaikan kepada masyarakat secara objektif, adil dan merata serta dapat memberikan informasi yang mendidik masyarakat.

“Dalam menciptakan SDM yang berkompeten, pemerintah pun sama memiliki uji kompetensi dalam mengatur jabatan, golongan dan perpangkatan. Tapi bedanya kami (PNS) hanya sampai usia 60 tahun, tapi wartawan sampai kapan pun dapat menjadi sarana untuk mendidik masyarakat. Apalagi banyak tokoh-tokoh nasional yang lahir dari profesi wartawan,” tandasnya. (rus/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here