BERBAGI

PESAWARAN – Pungutan liar (Pungli) di Kabupaten Pesawaran mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kali ini dari tokoh masyarakat yang menyayangkan adanya pungli yang sudah mencoreng nama baik dunia Pendidikan di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama tersebut.

“Pungli di Pesawaran bukan barang baru tapi barang lama. Bentuknya terstruktur dan terorganisir. Jadi dari hulu ke hilir bermain. Dan sifatnya berjamaah. Ada imam dan ada makmum,” terang Tokoh Masyarakat Pesawaran Mualem Taher kemarin.

Karenanya janganlah begitu ketika anak buah tertangkap, lanjut dia, pimpinan sembunyi dibalik pintu. Sebab, masyarakat sudah tahu mengingat masalah pungli ini bukanlah barang baru.

IKLAN

“Untuk itu kami berharap pihak kepolisian dapat mengungkap pungli ini sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai yang bawah saja yang jadi korban,” tegas dia.

BACA JUGA  Pol PP Pesawaran Sosialisasikan Perda No. 9 Tahun 2017

Sebelumnya, harapan Polda Lampung dapat mengungkap aktor utama dari pungli yang di OTT (Operasi Tangkap Tangan) Polda Lampung, juga datang dari Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir.

“Itu kan bantuan dari pusat, gak mungkin yang mengutip ( memungut) kepala SMP. Kan dia juga sebagai penerima bantuan, artinya yang kena kutip itu dia (Kepala SMP N 4 Pesawaran) dan mungkin juga bersama teman-temannya. Biar persoalannya terang benderang dulu, artinya ada 7 sekolah yang berpeluang dipungli dan yang punglinya pasti diatas. Jangan maling teriak maling,”ungkap Nasir.

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran ini berharap agar aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara tuntas sampai ke akarnya. Sehingga tidak ada pihak yang tidak bersalah menjadi korban

“Saya kira harus dibuka dulu biar terang benderang persoalannya. Jangan dikorbankan geh yang dibawah. Sudah jadi korban, terus dikorbankan lagi.  Salah-salah mereka (IS dan ZA) itu korban,”tegasnya

BACA JUGA  MKCL Tulangbawang Bagikan Makanan Berbuka Puasa di Ponpes Nurul Qodiri

Menurutnya, jika yang mendapat bantuan adalah siswa, besar kemungkinan pihak kepala sekolah berpeluang melakukan pungutan liar. Namun, jika sekolah sebagai penerima bantuan, maka kepala sekolah justru yang menjadi korban pungli

“Itu pendapat saya, dan siapa yang melakukan pungli. Nah, itu yang harus ditelusuri oleh Polda. Aktor yang melakukan pungli itu harus diungkap, gak mungkin sekelas IS dibelakangnya,”ujarnya

Ditanya apakah dimungkinkan DPRD membentuk panita khusus (Pansus) untuk mengungkap persoalan tersebut? Diakui Nasir, hal itu sangat dimungkinkan jika dalam perjalanannya tidak terang benderang dalam penyelesaian kasus tersebut

“Bisa (bentuk pansus), karena tertindasnya. Sudah menjadi korban, malah dikorbankan. Itu substansi yang harus digaris bawahi,”tegasnya

BACA JUGA  Nanang Ermanto : Jadikan Idul Fitri 1440 H, Sebagai Tonggak Untuk Membuka Lembaran Baru

Untuk itu, M.Nasir berharap agar tersangka IS dan Za dapat memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan tidak ada informasi yang ditutupi. Sehingga persoalan tersebut dapat terungkap hingga ke akar-akarnya

“Harapan saya para tersangka dapat membuka dan menjelaskan ke aparat secara terang benderang. Siapa saja yang terlibat, dan Polda harus profesional mengusutnya, bila perlu KPK turun,”pungkasnya.

Diketahui, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Lampung melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua pejabat di Kabupaten Pesawaran.

Informasi yang dihimpun kedua pejabat ini adalah Kepala sekolah (kepsek) SMP 4 Pesawaran Zikri dan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran Chairul Anwar. (asf/rnn)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here