BERBAGI

Bumilampung.com –┬áKepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP Lampung) Dadan Sunarsa, menghadiri kegiatan panen raya jagung di Desa Gunung Sari Kecamatan Abung Semuli, Lampung Utara (Rabu, 20/2/2019), dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kabid Dinas Pertanian Lampung Utara, KUPTD dan Penyuluh Kecamatan Abung semuli, Gapoktan dan Kelompok tani Desa Gunung sari.

Kegiatan panen dilakukan pada hamparan pertanaman jagung seluas 25 ha, dari total luas panen jagung 375 ha yang siap panen.

BACA JUGA  Rycko Menoza : Seluruh Kader PP Wajib Menagkan kader Yang Maju Dalam Pilkada 2020 Di Provinsi Lampung

Menurut Ketua Kelompok Tani Tunas Muda Kusnan, produktifitas jagung musim panen ini mencapai 8-9 ton/ha. Hal ini menurutnya cukup menguntungkan bagi petani karena harga saat ini juga cukup kompetitif untuk jagung kering panen.

IKLAN

Lebih lanjut lagi dia mengatakan varietas yang ditanam adalah varietas bima, perkasa, Bisi 18 yang merupakan benih unggul bantuan pemerintah.

Diketahui bahwa Kabupaten Lampung Utara merupakan kabupaten keempat terbesar penghasil jagung di Provinsi Lampung selain Lampung Tengah, Lampung Timur dan Lampung Selatan.

BACA JUGA  Cemilan Sehat Produk Olahan BPP Lampung Mulai Dipasarkan

Hal ini dapat terlihat untuk kecamatan Abung Semuli saja terdapat 2.150 ha luas pertanaman jagung yang siap panen pada Februari s.d Maret 2019. Sehingga Kecamatan Abung Semuli saja mampu menyumbangkan total 20 ribu ton jagung kering panen.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Dadan Sunarsa, menyampaikan kepada petani dan kelompok tani yang hadir untuk terus menerus meningkatkan teknik budidaya jagung yang baik, dengan menggunakan benih unggul, pemupukan berimbang dan juga penanganan pasca panennya, sehingga hasil produksi jagung diharapkan meningkat dan muaranya pendapatan petani pun meningkat.

BACA JUGA  SMSI Lampung Santuni Balita Penderita Hidrosefalus dan Bibir Sumbing

Selanjutnya dia juga mengatakan, petani juga harus mengoptimalkan alsintan yang telah dibantu oleh pemerintah, seperti traktor untuk pengolahan lahan baik roda dua maupun roda empat serta alat pengering jagung.

Dengan mengoptimalkan alsintan tersebut, petani akan mampu menurunkan biaya produksi, sehingga keuntungan pun semakin meningkat. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here