BERBAGI

TULANG BAWANG – Wakil Bupati Tulangbawang (Tuba), membuka secara resmi sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (Pakem) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Lantai II Kantor Pemkab Tulangbawang.

Adapun dalam sosialisasi Pakem yang merupakan Tim lintas unsur, yakni unsur Kejaksaan Negeri Menggala, unsur Intel Polres, unsur Intel Kodim 0426 TB dan Badan Intelejen Nasional (BIN) wilayah Tulangbawang dan Forum Lintas Agama ini dihadiri Bupati Winarti yang diwakili Wakil Bupati Hendriwansyah, turut hadir Pj. Sekda Ir. Anthoni MM, Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua dan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKD).

Selain itu hadir juga Ketua dan Pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Tulangbawang, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Stakeholder terkait terutama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

BACA JUGA  Kembalikan Kejayaan Udang Lampung
IKLAN

Pada sosialisasi Pakem kali ini, Wakil Bupati menyampaikan himbauan kepada seluruh umat beragama untuk dapat tetap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dalam hal menjaga kerukunan antar umat beragama.

Semua dilakukan dengan cara saling menjaga dan terus berkoordinasi, terutama terkait isu-isu keagamaan dalam menghadapi Pilkada Tahun 2018.

“Sosialisasi ini sangat penting untuk disampaikan, sebab Provinsi Lampung, termasuk dari ratusan Kabupaten/Kota atau Provinsi yang akan melaksanakan Pilkada pada Tahun 2018. Nah ini artinya seluruh masyarakat Lampung akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih Gubenur. Artinya perlu suatu kerjasama dari semua guna mensosialisasikan bahwa hajat rakyat Lampung untuk memilih pemimpin 5 Tahun kedepan harus tetap kondusib,” terang Hendriwansyah.

BACA JUGA  Kompak, Pegawai Pemkab Tanggamus Bantu Korban Banjir

Kekondusiban keadaan itu, harus dilakukan mulai dari lingkungan masing-masing, seperti mejaga agar tidak mudah terprovokasi dan tidak mudah ikut dalam kepentingan sesaat yang bersipat negatif membuat benturan terhadap kesatuan dan persatuan.

“Kita juga harus mewaspadai berita hoaks di media sosial atau berita bohong yang sifatnya mengadu domba, terutama antar umat beragama dan kepercayaan, ini harus kita sikapi bersama-sama dengan menyamakan persepsi bahwa kita harus bersatu meluruskan berita-berita yang tidak benar itu,” pesan Wakil Bupati.

BACA JUGA  Bupati Winarti Hadiri Temu Karya Nasional. Ini harapannya...

Sementara, dalam sambutannya, Kajari Menggala Anshari yang diwakili Kasi Intel Akhmad Rafly mengatakan, bahwa diharapkan dengan diadakannya sosialisasi ini, semua dapat bersama-sama berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap tumbuh dan berkembangnya aliran keagamaan dan aliran kepercayaan yang diindikasikan menyimpang di Kabupaten Tulangbawang khsusnya di wilayah masing-masing.

“Sehingga dengan kegiatan sosialisasi ini apabila masyarakat menemukan perkumpulan yang diindikasikan menyimpang serta dapat meresahkan di tengah-tengah masyarakat, mohon kiranya dapat melaporkan kepada Sekretariat tim pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan Kabupaten Tulangbawang yang berlokasi di instansi Badan Kesebangpol,” pungkasnya. (mad/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here