Negara Timur Tengah Kepicut Rempah Rempah Lampung

BERBAGI

PESAWARAN – Provinsi Lampung yang terkenal dengan hasil rempah-rempahnya seperti lada, kopi, kakao dan cengkeh membuat lima.

Duta Besar dari Timur Tengah yakni Duta Besar Kuwait, Arab Saudi, Lebanon, Marako dan Yaman, tertarik untuk menjalin kerja sama dibidang ekonomi dan investasi dengan negara Indonesia yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah Negara.

“Kita melihat hubungan Indonesia dengan Timur Tengah terutama Yaman, Arab Saudi, Lebanon, Kuwait sudah cukup erat. Untuk itu kita ingin dorong lebih banyak lagi kerja sama bidang ekonominya, perdagangannya, investasinya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ungkap Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Sunarko, saat dikonfirmasi disela kunjungan di Pondok Pesantren  Minhadlul Ulum, Desa Tri Mulyo Kecamatan Tegineneng, kemarin.

BACA JUGA  Kasus Dugaan Pungli Akan Dilaporkan ke Kejaksaan dan Kepolisian
IKLAN

Dikatakan, Lampung merupakan salah satu provinsi yang relatif dekat dengan Jakarta. Dimana potensi perekonomian di provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai ini sangat besar untuk dikembangkan.

“Dengan kunjungan dubes ini, nanti Lampung akan diperkenalkan di wilayah mereka, dunia usaha dan investor mereka. Yang pada akhirnya dapat berinvestasi dan mendorong pengembangan ekonomi di daerah,”jelasnya.

Diakuinya rempah-rempah merupakan kunci produk utama di kawasan Timur Tengah. Dimana dengan berkunjungnya para dubes yang didampingi para pejabat provinsi Lampung diharapkan dapat memperluas produksi yang selama ini sudah berkembang.

“Seperti tadi kita kunjungi produk olahan nata de coco, nanas, kopi dan infrastruktur di daerah. Hari ini ( kemarin,red) kunjungan akan kita tuntaskan dan fokuskan didunia usaha di Lampung ini,” ujarnya.

BACA JUGA  DPRD Pesawaran Tuding Kinerja SKPD Masih Buruk

Lebih jauh Sunarko menambahkan, dengan terjalinnya kerja sama yang semakin erat antar kedua negara diharapkan dapat meningkatkan volume ekspore rempah-rempah ke negara Timur Tengah. Pasalnya pasar Timur Tengah sangat berpotensi dengan jumlah penduduk sekitar 40 juta untuk perputaran ekonomi di negara tersebut.

“Kebutuhan dan permintaan akan rempah-rempah di pasar Timur Tengah sangat tinggi. Setiap tahunnya puluhan juta jamaah dari berbagai negara yang menunaikan ibadah haji. Sehingga kita harapkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang terbesar untuk item produk dari negeri kita,”harapnya.

Terpisah, Pengasuh Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Amin Udin mengatakan bahwa pesantren Minhadlul Ulum sudah berdiri sejak 1999. Dan terdiri dari beberapa jenjang pendidikan yakni MI, MTs dan MA serta SMK.

BACA JUGA  DPRD Kabupaten Tuba Gelar Paripurna RAPERDA LKPJ

“Kami tetap ingin melestarikan tradisi sebelumnya, kami berharap agar para duta besar dapat mengelilingi dan mejinjau pesantran kami ini,”singkat Ketua KPU Pesawaran ini.

Diketahui para dubes yang hadir dalam kunjungan tersebut H.E Qudia Benabdella dubes dari Maroko, H.E Mona El Tannir dari Lebanon, Mohammed Ali Saleh Al Najar dubes dari Yaman, Salim Abdulrahman Al -Otaibi dubes dari Saudi Arabia dan Abdullah Y B SH Al Fadli dubes Kuwait didampingi pejabat provinsi tiba di Ponpes sekitar jam 10:00 wib. Dan menyempatkan melihat-lihat fasilitas di ponpes tersebut. (rnn/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here