BERBAGI

Bumilampung.com – Kementerian Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis di Provinsi Lampung dalam hal ini Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP Lampung) baru baru ini me-launching kegiatan Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM).

Sasaran kegiatan ini adalah santri milenial yang berasal dari pondok pesantren yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/ kota di Provinsi Lampung.

Pada awal April 2019, terdapat 100 KSTM yang telah terbentuk dan tersebar hampir di seluruh kabupaten kota se- Provinsi Lampung. Dari KSTM yang telah terbentuk ini, akan dikembangkan menjadi salah satu sumber ketersediaan pangan dalam hal ini sumber protein hewani bagi masyarakat, minimal dalam lingkungan pondok pesantren.

BACA JUGA  Gerakan Tanam, Motivasi Percepatan LTT Kabupaten Way Kanan
IKLAN

KSTM yang dibentuk ini akan mendapatkan bantuan berupa 500 ekor ayam buras, pakan, vitamin dan obat- obatan, yang diharapkan dapat dijadikan modal awal untuk pengembangan agribisnis ternak ayam.

Selain mendapatkan bantuan ayam, KSTM ini juga akan dibekali dengan pengetahuan dasar dalam beternak ayam melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Peningkatan Kompetensi KSTM dalam Beternak Ayam.

Ditemui usai membuka kegiatan BIMTEK Peningkatan Kompetensi KSTM di Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Sabtu, (13/04/2019), Drs. Subur, MM., selaku Kepala Seksi Pelatihan Pertanian dari BPP Lampung menargetkan bahwa BPP Lampung dapat menyalurkan bantuan ayam kepada seluruh KSTM pada bulan April 2019.

BACA JUGA  Petani Milenial Mengubah Rawa Menjadi Lahan Produktif

Pada acara Pembukaan BIMTEK, Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan, Drs. Subur, MM. juga menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 500 ekor ayam buras, pakan, vitamin dan obat- obatan kepada 20 KSTM yang berasal dari Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Utara, Pringsewu dan Pesawaran.

“ Kami menargetkan pertengahan April ini, seluruh rangkaian kegiatan BIMTEK telah selesai dilaksanakan sehingga begitu bantuan ayam disalurkan ke masing- masing KSTM, mereka sudah mampu mengelola bantuan tersebut” jelas Subur dengan optimis.

BACA JUGA  Bandara Gatot Subroto Waykanan Resmi Layani Penerbangan Sipil

Bayangkan, dari 1 (satu) KSTM dapat mengembangkan populasi ayam buras sebanyak 500 ekor. Dalam bulan April terdapat 100 KSTM yang sudah terbentuk. Setidaknya, terjadi peningkatan populasi ayam buras sebanyak 50.000 ekor ayam buras pada bulan April 2019.

“ Semoga dengan penyaluran bantuan ini, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap protein hewani, guna mencapai swasembada pangan nasional,” demikian Subur menutup pembicaraan. (sef/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here