BERBAGI

Bumilampung.com – Balai Pelatihan Pertanian Lampung (BPP Lampung) pada Senin, (11/03/2019) melaksanakan acara penutupan Pelatihan Alih Kelompok bagi Penyuluh Pertanian.

Pelatihan yang diselenggarakan selama 14 hari ini merupakan pelatihan fungsional bagi penyuluh pertanian. Sebanyak 30 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Provinsi Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara tertib.

Pelatihan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan penyuluhan pertanian dan juga meningkatkan kompetensi peserta sebagai penyuluh pertanian, dibuka secara resmi pada 25 Februari 2019 dan ditutup secara resmi oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung. di dampingi oleh Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan dan Koordinator Widyaiswara.

BACA JUGA  Diduga PKH Tak Tepat Sasaran
IKLAN

Mengawali sambutan Kepala BPP Lampung, Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan, Drs. Subur, MM. menyampaikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada seluruh Panitia, Fasilitator dan seluruh peserta pelatihan.

“ Selama 14 hari, peserta selalu bersama- sama, di kelas maupun di lapangan. Sehabis subuh saling membangunkan untuk mengikuti kegiatan prilaku pertanian. Mulai besok, tidak lagi karena insya Allah Bapak Ibu sudah kembali ke rumah masing- masing. Kebersamaan selama 2 (dua) minggu ini semoga tidak hilang. Tali silaturahmi harus tetp terjalin,” demikian pesan Subur.

BACA JUGA  Wakil Walikota Bengkulu Bangitkan Semangat Generasi Milenial

Dalam acara penutupan pelatihan ini, Kepala Balai Pelatihan PertanianLampung, Dadan Sunarsa, SP., MM. menerima cinderamata dari peserta pelatihan berupa Master Plan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dirancang bersama oleh seluruh peserta pelatihan.

Pada kesempatan ini, Dadan menyampaikan bahwa inti dari pelatihan ini adalah melatih kedisiplinan peserta.

“ Kalo materi penyuluhan pertanian yang dipelajari Bapak Ibu selama 14 hari kemaren itu pasti bukan hal baru. Semua pasti sudah dikerjakan oleh Bapak Ibu. Selama di sini, kami sangat mengedepankan kedisiplinan. Tanpa disiplin, tak ada gunanya. Secara umum Bapak Ibu selama pelatihan, kedisiplinan, kekompakan sudah sangat baik sehingga seluruh peserta dapat dinyatakan lulus, walaupun nanti ada beberapa orang yang tidak langsung mendapatkan sertifikat kelulusan atau dengan kata lain Lulus dengan Catatan” demikian yang disampaikan Dadan sebelum menutup kegiatan secara resmi.

BACA JUGA  Panen Raya Padi Sawah di Musim Kemarau Hanya di Kabupaten Way Kanan

Dadan juga sangat mengapresiasi peserta pelatihan yang walaupun ada yang beberapa tahun lagi akan memasuki masa purna tugas, namun tetap semangat mengikuti pelatihan.

“ Semangatnya tinggi. Ini yang namanya penyuluh milenial!” demikian Dadan menutup sambutannya. (rls/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here