BERBAGI

LAMPURA-Diduga karena disebabkan banyaknya persoalan yang tidak kunjung ada penyelesaian di Desa Waymelan, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura), menyebabkan Kepala Desa (Kades) wilayah setempat, Riandes Kurniawan sampaikan pengunduran diri dari jabatannya sebagai pemimpin di desa tersebut. Pengunduran diri sebagai Kades itu terungkap saat dilakukan musyawarah untuk memecahkan persoalan dimaksud di kantor Kecamatan Kotabumi Selatan, yang langsung dipimpin Camat Sari Husin, dengan menghadirkan sejumlah perangkat desa, Ketua BPD setempat, tokoh masyarakat, serta Kades Riandes Kurniawan didampingi istrinya, Senin, (4/11).

Bahkan, dalam musyawarah tersebut, telah disepakati apa yang menjadi keputusan Kades Riandes yang tertuang dalam sejumlah berita acara, baik ketika dilakukan musyawarah di desa setempat, maupun di kantor Kecamatan Kotabumi Selatan.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Serahkan Bantuan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera

” Ya benar, Kades Waymelan telah menyatakan pengunduran diri yang dinyatakan dalam surat pernyataan bermaterai Rp.6 ribu serta tertuang dalam berkas berita acara hasil musyawarah desa,” ujar Camat Kotabumi Selatan, Sari Husin ditemui awak Media usai dilakukannya pertemuan dengan sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, dan Kades Way melan.

IKLAN

Dijelaskannya, terkait pengunduran diri Kades tersebut selaku Camat dirinya belum mengetahui secara pasti esensi permasalahan yang menyebabkan Riandes mengundurkan diri dari jabatannya.

” Pada Prinsipnya, Camat tidak bisa memberhentikan kepala desa untuk persoalan apapun yang terjadi di desanya. Namun, yang dapat memberhentikan hanyalah peraturan,,” Jelasnya.

BACA JUGA  Partai PKS Soroti Serapan APBD Lamsel tahun 2019 Yang Baru 52 Persen

Ditegaskan Sari Husin, proses pemberhentian kepala desa yang diatur dalan aturan, meliputi kades tersebut meninggal dunia, mengundurkan diri atas permintaan sendiri, tersangkut persoalan hukum, dan mengalami gangguan kejiwaan.

“Indikator itulah yang dapat dijadikan sebagai dasar hukum pemberhentian seorang kepala desa dari jabatannya,”tegas dia, seraya menerangkan
bahwa dalam kasus pengunduran diri Kades Way Melan tersebut dinyatakan dalam surat pernyataan dan melalui hasil musyawarah desa.

“Untuk alasan yang menjadi dasar pengunduran dirinya, yah, sampai saat ini belum jelas penyebab pastinya. Meski begitu persoalan ini sebelumnya sudah sempat menyeruak dan kami, pihak kecamatan, sudah melakukan pembinaan dan upaya mediasi untuk proses berpikir lebih jauh kepada Kades Riandes Kurniawan demi kepentingan masyarakat,”terang Sari Husin lagi.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Lepas Atlit Lamsel Ikuti Kejuaraan Taekwondo Di Jogjakarta

Meski sebelumnya, tambah Dia lagi, Desa Waymelan sempat mendapatkan evaluasi terkait hasil pekerjaan pembangunan desa melalui serapan Dana Desa 2017-2018.

“Ketika itu, bersama instansi terkait, kami telah berikan pembinaan untuk beberapa persoalan pembangunan melalui serapan DD tahun anggaran 2017-2018. Bahkan kami sempat memberikan solusi dan pembinaan agar Kades Waymelan tetapi meyelesaikan pekerjaannya. Namun, justru dirinya malah mengambil langkah untuk mengundurkan diri,” pungkasnya. (Sab)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here