BERBAGI

LAMPUNG BARAT – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia  (BKSDM) Lampung Barat (Lambar), meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi yang dikeluarkan Kemenpan dan RB, melalui BKSDM setempat terkait pengangkatan calon aparatur sipil negara (ASN).

“Sebaiknya masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah,” ujar Kepala BKSDM Lambar, Ismet Inoni kepada wartawan, Senin (14/5).

Pernyataan Ismet itu sekaligus mematahkan isu yang ditebar melalui pesan berantai baik yang dibagikan melalui sosial media, maupun alat komunikasi lain, menyebar berita tentang pengangkatan calon aparatur sipil negara (ASN) sejak beberapa hari terakhir.

IKLAN

Informasi itu diduga disebar dengan format PDF, tertera dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biroksi (Kemenpan dan RB) dengan memuat formasi untuk pengangkatan di lingkungan Kementerian, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, termasuk formasi untuk Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

BACA JUGA  Demi Kampung Kopi, Bupati dan Ketua DPRD Lambar Sambangi Istana

Ismet Inoni, mengaku jika sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi baik secara lisan maupun tertulis dari Kemenpan dan RB.

“Biasanya kalau itu resmi, Kemenpan dan RB mengeluarkan surat resmi yang disampaikan langsung dengan instansi masing-masing, tetapi sampai saat ini pihaknya atau BKSDM Lambar belum menerima,” kata Ismet.

Untuk itu, mantan Kadiskes Lambar ini, meminta masyarakat Lambar untuk tidak percaya, sampai menunggu pengumuman resmi yang dikeluarkan Kemenpan dan RB, melalui BKSDM Lambar.

BACA JUGA  Lambar Delapan Kali Raih Predikat WTP

Dikatakan, jadwal sementara, Kemenpan dan RB akan menyampaikan surat resmi atau pengumuman pada akhir Mei. Dan proses pendaftaran dan tes akan dilakukan Juli. “Saya pastikan informasi yang beredar tersebut bohong atau hoax,” bebernya.

Terkait pesan yang diaebar pigak tertentu itu, dia mengaku jika pihaknya juga sudah menerima pesan berantai tersebut. Bahkan pihaknya telah melakukan penelitian. Hasilnya, terdapat perbedaan atau kejanggalan. Dimana antara usulan BKSDM dengan formasi yang tersebar tersebut berbeda.

“Usulan kami yang disampaikan melalui e-formasi, adalah 1.633 orang, sesuai dengan kebutuhan, tenaga teknis lainnya 825 orang, tenaga kesehatan 153 orang dan guru 655. Sementara yang tertuang dalam pesan berantai usulan Pemkab Lambar hanya 158 orang,” jelas Ismet.

BACA JUGA  Nanang Ermanto Minta, Perusahaan PT Semen Di Katibung Peduli Kepada Korban Banjir

Ismet menjelaskan, usulan yang disampaikan kepada Pemerintah Pusat sesuai dengan kebutuhan mendesak, karena Lambar sudah dari Tahun 2011/2012 tidak mendapatkan formasi pengangkatan ASN dari jalur umum.

“Usulan kami berdasarkan kebutuhan. Lambar sudah lama tidak mendapat formasi pengangkatan ASN dari jalur umum. Sehingga kekurangan pegawai selain pengaruh lamanya tidak ada pengangkatan, juga dalam enam tahun terakhir sudah banyak ASN yang pensiun dan pindah tugas,” pungkas mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Lambar ini. (esa/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here