BUMILAMPUNG.COM – PTPN IV Regional III, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, menyalurkan bantuan senilai Rp 50 juta kepada Sendi Water Purba, Mandor I Afdeling V Kebun Terantam, yang menjadi korban teror pembakaran rumah dinas dan kendaraan pribadinya.
Manajemen menduga teror tersebut berkaitan dengan ketegasan korban dalam menggagalkan pencurian tandan buah segar (TBS) di areal kebun. Bantuan diserahkan oleh Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedi Akbar,
didampingi GM Distrik Barat Sugianto dan Manager Kebun Terantam Arizal.
“Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian materiil dan moril yang dialami. Namun perusahaan ingin menunjukkan kehadiran dan dukungan penuh kepada karyawan yang berani menjalankan tugas sesuai aturan,” ujar Achmedi, belum lama ini.
Ia menegaskan perusahaan tidak akan membiarkan karyawan yang menjalankan tugas pengamanan aset negara menjadi korban intimidasi. Menurutnya, perlindungan terhadap petugas lapangan akan diperkuat melalui dukungan manajerial, operasional, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Peristiwa pembakaran terjadi pada Kamis (18/12/2025) dini hari. Rumah dinas yang ditempati Sendi mengalami kerusakan pada bagian dinding dan dapur tambahan, sementara satu unit mobil pribadi miliknya hangus terbakar dan tidak dapat digunakan kembali.
Manajemen menyebut, dalam sepekan sebelum kejadian, korban bersama asisten afdeling intens melakukan pengamanan produksi. Tercatat delapan kali upaya pencurian TBS berhasil digagalkan dengan barang bukti sekitar 800 kilogram.
Sejumlah penggagalan tersebut sempat memicu ketegangan dengan oknum luar dan tenaga pemborong di sekitar afdeling. Bahkan, terjadi adu mulut dan perlawanan terhadap petugas kebun, yang diduga berujung pada aksi intimidasi dan teror pembakaran.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tapung dan masih dalam proses penyelidikan. PTPN IV Regional III menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas.
Achmedi mengapresiasi keberanian Sendi yang dinilai konsisten menjalankan standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. “Menjaga aset strategis negara adalah tanggung jawab bersama. Perusahaan akan berdiri di garda terdepan melindungi karyawan yang berintegritas,” katanya.
GM Distrik Barat Sugianto menambahkan, peristiwa ini menjadi evaluasi penting bagi sistem pengamanan kebun. Sinergi dengan aparat penegak hukum serta penguatan patroli internal akan ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, Manager Kebun Terantam Arizal menilai peran Sendi signifikan dalam menekan kehilangan produksi. Ketegasannya dinilai membantu menjaga stabilitas operasional kebun di tengah maraknya pencurian TBS.
Ke depan, manajemen akan melakukan pendataan ulang terhadap pihak luar yang bermukim di sekitar afdeling guna meminimalkan potensi konflik. Langkah preventif dan deteksi dini menjadi prioritas.
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III menegaskan teror dan intimidasi tidak akan menyurutkan upaya pemberantasan pencurian.
Produksi sawit sebagai aset strategis negara, kata manajemen, akan terus dijaga agar tetap aman dan kondusif.












