
BUMILAMPUNG.COM,– Bupati Waykanan H. Raden Adipati Surya SH. MM di dampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Waykanan Hj. Dessy Afriyanti menghadiri Pengajian Akbar yang diselenggarakan oleh Persatuan Majelis Taklim Wahda Tingkat Kecamatan Banjit, Selasa 16/01/2024.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Waykanan, Camat Banjit Nasrullah Ali, S. Sos.,MM. selaku Dewan Pembina Persatuan Majelis Taklim Wahda beserta Istri, Anggota DPR RI Ir. Marwan Cik Hasan, Ketua Persatuan Majelis Taklim Kabupaten Ayu Asalasiyah S.ked, Forkopimda, Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA Kecamatan Banjit, Kepala Kampung dan Lurah Se- Kecamatan Banjit, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta Ratusan Jama’ah dari seluruh Kampung memadati tempat yang telah disediakan panitia di lapangan Merdeka Kecamatan Banjit.
“Bupati Waykanan dalam sambutannya sangat mengapresiasi dan senang melihat begitu banyaknya jama’ah yang hadir, sekaligus menghimbau agar dalam tahun politik ini masyarakat selalu menjaga persatuan dan kesatuan. “Berbeda pilihan wajar, tapi jangan sampai ada perpecahan,”katanya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan at Tirmidzi dan Ibu Hibban serta dishahihkan oleh Al Albani, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyebutkan 4 golongan orang yang haram tersentuh api neraka. Mereka adalah golongan orang yang Hayyin, Layyin, Qarib dan Sahl.
Hadits tersebut di atas diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Pada suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabat, “Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka?’
Para sahabat kemudian menjawab, “Mau, wahai Rasulullah!”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.”
“Jadi ada empat ciri khas orang yang tidak akan tersentuh api neraka,” kata Ustadzah Azizah.

Menurut Ustadzah Azizah , Hayyin adalah orang yang memiliki ketenangan lahir dan bathin. Kehadiran orang seperti ini sangat menenangkan, teduh, meneduhkan dan tidak temperamental. Orang yang memiliki sifat hayyin bisa mengontrol pikiran, mengendalikan perasaan, juga hati dan sikapnya.
“Dari mana semua ini? mengapa bisa begini (hayyin)?, kata kuncinya adalah dari hati,” kata Ustadzah Azizah.
Lanjut Ustadzah Azizah, hati akan tenteram jika senantiasa mengingat Allah SWT. Tak hanya sekadar mengingat, namun juga yakin bahwa Allah maha melihat, maha mendengar, maha dekat, maha menguasai segalanya dan maha menentukan.
“Hayyin lahir dari ketauhidan, makin bagus tauhid seseorang. Maka akan makin tenang,” ungkap Ustadzah Azizah.
Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Ar Rad ayat 28:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Latin-Arab: Allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Golongan ke-2, Layyin adalah orang yang lemah, lembut, sopan dan santun. Orang yang memiliki sifat Layyin perkataan dan sikapnya tidak melukai, tidak memojokkan, tidak mempermalukan.
Menurut Ustadzah Azizah, sifat Layyin muncul dari sikap Rahmatan lil Alamin yang ada pada hati seseorang. Contoh orang yang memiliki sifat Layyin adalah Rasulullah Muhammad SAW. “Hati beliau (Rasulullah) sangat sayang kepada umatnya. Orang yang penuh kasih sayang akan lahir kelemah lembutan. Akan lahir sikap sopan santun,” katanya.
Golongan ketiga yang haram tersentuh api neraka adalah, Qorib. Menurutnya orang dengan sifat Qorib adalah pribadi yang hangat, akrab, supel dan menyenangkan. Dia tidak memiliki sikap yang membuat orang lain tidak nyaman, terluka atau tersakiti.
Sifat Qorib datang dari perilaku tawadhu atau rendah hati. Orang yang tawadhu akan nyaman dengan dirinya, sehingga orang lain pun nyaman bersamanya. Hal ini tentu berbeda dengan orang yang tinggi hati, merasa lebih hebat, lebih pintar atau lebih penting.
“Orang yang merasa dirinya tinggi dan melihat orang lain lebih rendah dia tidak akan nyaman dengan dirinya sendiri. Karena dia selalu menuntut orang lain menghargai menghormati memperlakukan spesial,” papar Ustadzah Azizah.
Sifat ke-4 yang termasuk golongan haram tersentuh api neraka adalah Sahl. Termasuk golongan Shal adalah orang yang mudah, tidak ribet atau tidak berbelit-belit. Semua diperlakukan secara proporsional. Namun bukan berarti menggampangkan masalah.
“Ini bukan berarti menganggap remeh masalah penting. Tetapi kalau ukuran begini ya begini saja dan selalu di pikirannya adalah solusi,” kata Ustadzah Azizah.
Di akhir acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Banjit, Puji Purwanto Adung, S.Ag. dan acara pembagian doorprice yang diadakan oleh Camat Banjit.
Editor Habibi Adi Putra












