BERBAGI
Suporter Cilik Indonesia saat dirias bendera Indonesia ketika hendak menonton Final Indonesia Open 2018 di Istora Senayan.

JAKARTA – Blibli Indonesia Open 2018 yang telah memasuki babak final disambut antusias oleh penonton asal Indonesia. Bagaimana tidak, final olahraga tersebut selain mempertemukan bintang bintang bulutangkis top dunia, juga dihibur dengan penampilan memukau band Jazz yang digandrungi kawula muda saat ini.

Sandra salah satu penonton yang ditemui di Istora Senayan oleh wartawan Lampung Newspaper, dirinya rela mengantri dari pukul 10.00 WIB hanya untuk menonton idola bulutangkisnya Marcus/Kevin dan Tantowi/Liliyana Natsir dua pasanga pemain ganda putra dan campuran asal Indonesia.

” Ketika saya mengetahui Marcus dan Kevin masuk dalam babak final saya sudah berniat wajib untuk menonton final secara langsung. Dan saya berdoa kedua  pasangan ganda putra dan campuran kita dapat meraih prestasi,” ujarnya, Minggu (8/7).

BACA JUGA  Nanang Ermanto Letakkan Batu Pertama Pembamgunan Balai Desa Sabah Balau
IKLAN

Untuk diketahui ribuan penonton yang hadir di  Istora senayan lengkap dengan aneka pernak pernik dalam memberikan dukungan.Bahkan riuh rendah suara penonton semakin membuat keseruan di dalam Istora Senayan.

Final pada hari ini menemukan pemain top dunia. Ditunggal Putri Tai Tzu Ying (China Taipei) vs Chen Yufei (China), di ganda putri Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) vs Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang), ditunggak putra Viktor Axelsen (Denmark) vs Kento Momota (Jepang),Ganda Campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Indonesia) vs Chen Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia),Ganda Putra ,Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) vs Takuo Inoue/Yuki Kaneko (Jepang)

BACA JUGA  Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab Hanya Berganti Aturan Kurikulum 

Djarum Foundation Undang 100 Jurnalis

Dalam babak Final blibli Indonesia Open 2018, Djarum Foundation mengundang 100 jurnalis seluruh Indonesia (Lampung Newspaper wakili Lampung) untuk menyaksikan final di Istora dan mengunjungi pembinaan atlit bulutangkis di Kudus Jawa Tengah.

Diundangnya jurnalis oleh Djarum Faundation (group blibli) dalam acara Cuktural Visit Media Gathering 2018 tersebut untuk menunjukkan bahwa Djarum foundation benar benar memperhatikan kemajuan olahraga di Indonesia.

” Kami mengundang para jurnalis yang alhamdulilah berkenan hadir. Kami ingin membuktikan bahwa dengan bhakti olahraga yang dicanangkan Djarum foundation berhasil menelurkan atlit dunia seperti  Kevin Sanjaya Sukamulyo. Karenanya kami mengajak seluruh jurnalis untuk bersama sama mengetahui bagaimana rekruitmen hingga pembinaan seorang atlit. Karena menjadi atlet bukan dengan waktu yang singkat. Bahkan untuk menjadikan atlit top dunia butuh waktu  8-10 tahun,” ujar Budi Darmawan perwakilan Djarum Foundation.

BACA JUGA  Raperda Inisiatif Atas Pengawasan Narkoba dan Tuak Dibahas

Budi juga mengatakan dalam mencari atlit pihaknya melakukan audisi dan memperoleh atlit asal meualaboh.

” Indonesia ini sangatlah luas. Tidak menutup kemungkinan disuruh daerah terpencil terdapat atlit atlit yang bertalenta. Bahkan ada anak wartawan yang menjadi atlit dan berlatih di PB. Djarum,” ujarnya sembari mengatakan dirinya optimis banyak atlit atlit yang hebat jika memang dicari dan dibina. (uno/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here