SHARE

bumilampung.com – Ratusan petani dan penyuluh dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, mengikuti Pelatihan Teknis Agribisnis Padi dan Pelatihan Teknis Budidaya Sayuran Organik di Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Lampung.

Acara pelatihan tersebut akan digelar lima hari berturut-turut. Tampak hadir petani dan penyuluh dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung serta para widyaiswara dan pejabat sturuktural Bapeltan Lampung.

Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung Dadan Sunarsa SP,MM, dihadapan ratusan penyuluh dan petani milenial mengatakan, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi baik bagi penyuluh maupun petani milenial dalam mengembangkan agribisnis padi dan budidaya sayuran organik.

BACA JUGA  Pemprov Beri Jawaban Atas Tanggapan Fraksi Tentang Raperda Pinjaman Daerah
IKLAN

” Jadi selepas pelatihan ini, budidaya tanaman padi dan sayuran organik yang bapak-ibu lakukan harus lebih baik lagi, harus ada perbedaan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Pengetahuan yang bapak-ibu dapatkan selama mengikuti pelatihan ini dapat disebarluaskan kelingkungan disekitar bapak-ibu sekalian,” katanya, Selasa (04/02/2020).

Ia juga menambahkan bahwa Balai Pelatihan Pertanian Lampung berkomitmen mendukung program KOSTRATANI demi mewujudkan pertanian maju mandiri dan modern.

BACA JUGA  IIP BUMN Lampung Gelar Donor Darah

“Pelatihan Teknis Agribisnis Padi Dan Pelatihan Teknis Budidaya Sayuran Organik bagi petani milenial terdiri atas empat angkatan,” imbuh dia.

Dua angkatan aparatur dan dua angkatan non aparatur. Total ada 120 orang peserta yang berasal dari tujuh Kabupaten (Lampung selatan, Lampung timur, Lampug tengah, Lampung Utara, Mesuji, Tulang Bawang, Way Kanan).

BACA JUGA  Nanang Ermanto Kunjungi Graha Pena Radar Lampung

Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka penyiapan sumber daya manusia pertanian, guna mendukung gerakan budidaya komoditas sayuran organik serta terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani. (rls/asf)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here