BERBAGI

Bumilampung.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng), gaungkan gerakan serentak bersama rakyat berantas jentik nyamuk.

Bersama Dinas Kesehatan dan 39 Puskesmas Se-Lamteng, Pemkab Lamteng berupaya menangulangi masalah Demam Berdarah Dengue (DBD), yang kian meresahkan masyarakat dengan Gerakan Serentak Pembrantasan Sarang nyamuk (Gertak PSN 3 M Plus).

PLT Kepala Dinas Kesehatan Lamteng Edy Sunarko, SKM. MKM., mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., bersama Dinas Kesehatan dan 39 Puskesmas Se-Lamteng, berusaha memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Lamteng, tentang pentingnya 3M Plus.

IKLAN

“Masyarakat sudah sering mendengar 3M Plus, namun tidak di implementasikan. Padahal ini paling efektif memberantas DBD. Maka kami Dinas Kesehatan bersama 39 Pukesmas Se-Lamteng, akan bergotong royong menggaungkan 3 M Plus ke masyarakat, dengan roadshow kesebagian wilayah paling banyak kasus DBD. Mulai dari Kampung Terbanggi Subing, Kecamatan Gunungsugih, Kampung Bumi Mas, Kecamatan Seputih Agung, hingga Kampung Poncowati Kecamatan Terbanggi Besar,” ucapnya.

BACA JUGA  Pesawaran Diguyur Rp 160 Miliar

Kata Edy, kasus DBD telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat, khususnya juga Lamteng. Untuk itu, kita (Dinas Kesehatan) mengajak masyarakat memerangi DBD dengan metode 3M Plus. “Hingga saat ini dari data Dinas Kesehatan terdapat 119 kasus DBD,” terangnya.

Untuk menangulangi kasus DBD ini,  lanjut kata Edy, Dinas Kesehatan dan 39 Puskesmas Se-Lamteng akan bergerak bersama serentak membrantas DBD dan jentik nyamuk. “Dengan harapan 2019 Lamteng bebas zero jentik, dengan gerakan yang kita lakukan bersama,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, S.Sos., mengatakan, bahwa kegiatan Gertak 3M Plus, diharapkan bisa dilakukan mulai dari lingkungan kita masing-masing. Jangan menjadi kegiatan seremoni. Tapi harus dilakukan, dari tingkat kecamatan.

“Tingkat kecamatan harus menindak lanjuti. Harus kerja nyata, bukan life service. Kita laksanakan di seluruh wilayah di Kabupaten Lamteng,” ucap Loekman.

BACA JUGA  TP PKK Bengkulu Silahturahmi Dengan  TP PKK Kabupaten Lampung Selatan

Dengan kondisi DBD yang sudah meresahkan masyakat, Loekman, menginstruksikan Kadis Kesehatan agar kegiatan ini jangan haya dilakukan di satu titik saja. Tapi dilakukan secara menyeluruh. Karena banyak masyarakat sudah resah dengan DBD.

“Saya sudah minta kepada Kadis Kesehatan untuk mengedukasi masyakat, memberantas DBD tidak dengan Fogging Fokus. Karena tidak akan menyelesaikan masalah. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik tidak akan mati dengan fogging. Untuk itu, pelaku ditingkat Kecamatan, Posyandu, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa fogging tidak menyelesaikan masalah hanya membunuh nyamuk dewasa,” bebernya.

“Kadis kesehatan, laporan ke saya, kerena masyarakat sudah resah dengan DBD, masyarakat minta Fogging. Saya bilang Fogging tidak akan menyelesaikan  masalah,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Loekman, fogging tidak akan kita kesampingkan tetap kita lakukan itu. Untuk menenangkan keresahan masyarakat. Fogging akan kita lakukan sepanjang masyarakat sudah resah untuk menenangkan itu.

BACA JUGA  Loekman Ingatkan Kepala Sekolah Jangan Mainkan Anggaran

Loekman menambahkan, karena kita dinilai tidak tanggap. Dengan gerakan bersama, kita peduli dengan masyarakat. Daerah rawan DBD sudah terpetakan. wilayah kita ini banyak air tergenang. Sementara perkembangan yamuk Aedes Aegypti akan berkembang di air yang bersih.

“Ini harus di sosialisasikan ke masyarakat penampungan air bersih tempat perindukan nyamuk, di bak air. yang di sukai. Kita mulai di Terbangi Subing, Poncowati dan di Kecamatan masing-masing. 39 Puskesmas kecamatan jangan nunggun lagi,” ucapnya.

“Harapan saya kita harus kerja nyata, kita harus buktikan pemerintah peduli atas Kesehatan Masyarakat. Dalam kegiatan ini, kita juga lakukan pemberian abate di rumah warga sebagai percontohan, yang kita lakukan di Kampung Terbangi Subing,” tutupnya. (ADV).

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here