BERBAGI

Tulang bawang –┬áDiduga kuat Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Pasiran Jaya, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Arsam menggelapkan puluhan ton bantuan bibit padi dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang.

Disinyalir praktek penggelapan bibit tersebut, Ketua Gapoktan Arsam, mengalihkan bantuan bibit padi tersebut kepada kelompok yang tidak jelas (fiktip) dengan alasan Kelompok Tani (Poktan) yang sudah terdaftar yang tergabung dalam Gapoktan telah memperoleh Bansos di musim gadu 2017 lalu (Desember).

Sehingga, Poktan yang seharusnya menerima bantuan ternyata tidak dapat dan harus membeli pada saat musim tanam rendeng 2018 (Februari).

IKLAN

Artinya, hal ini jelas diduga kuat bibit padi yang disalurkan sebanyak 10 ton oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang, melalui Bidang Produksi, telah di jual oleh Ketua Gapoktan Kampung Pasiran Jaya, Arsam.

BACA JUGA  Rekanan tak Ada yang Mau Atau Rekanan Sudah Dikondisikan oleh DPUTR ?

Demi meraup keuntungan pribadi, Arsam menyalahgunakan wewenangnya selaku Ketua Gapoktan menggelapkan bibit padi yang diperuntukan bagi empat ratus hektar lahan sawah di Kampung Pasiran Jaya.

Menurut Panut, Ketua Poktan Maju Mapan, saat bibit tersebut disalurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tulangbawang, dirinya tidak memperoleh bantuan tersebut, dimana semestinya setiap musim tanam ia memperoleh 1,195 Ton bibit padi bantuan dari Pemerintah ke Poktan Maju Mapan.

“Namun Ketua Gapoktan Arsam berkilah bahwa untuk jatah Poktan Maju Mapan, dialihkan ke kelompok lain, dengan alasan musim tanam 2017 telah memperoleh bantuan di musim tanam gadu, sehingga pada saat musim tanam rendeng 2018 pihaknya tidak mendapat bantuan,” keluhnya.

BACA JUGA  Sri Widodo : Saya Siap Laksanakan Tugas Ini

Selanjutnya, hal senada juga disampaikan, Turman selaku Ketua Poktan Karya Makmur, saat itu dirinya didampingi istrinya mengatakan, bahwa kelompoknya pada saat penyaluran bantuan sosial bibit padi musim rendeng 2018 hanya memperoleh 3 Kwintal dari data yang harus di terima, 1,195 Ton.

“Sementara sisanya bibit tersebut dialihkan ke kelompok lain yang tidak jelas rimbanya,” tutur dia.

Selain itu, menurut Yono warga Pasiran Jaya, praktek penyalahgunaan wewenang ini, memang sudah berjalan sejak lama dari tahun ke tahun, bahkan ketua Gapoktan Arsam, mengangkat Ketua Poktan, yang merupakan anaknya sendiri atas nama Yoga, (Poktan Sumber Rezeki).

“Tentunya ini sangat ironis, persoalannya Poktan Sumber Rezeki tidak memiliki anggota, alias fiktip, sehingga akibat praktek tersebut jelas merugikan negara, yang ditafsir mencapai ratusan juta rupiah dalam satu musim tanam,” ucapnya.

BACA JUGA  Polres Tuba Ingatkan Jaga Suasana Damai

Sementara itu, Kasi Pendistribusian Bidang Produksi Dinas Pertanian Tulangbawang, Siswanto membenarkan, bahwa bulan Februari 2018 pada musim rendang lalu, pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit padi tersebut sebanyak 10 ton untuk Gapoktan Pasiran Jaya.

“Kita telah menyalurkan bantuan tersebut, sesuai dengan petunjuk dan usulan Gapoktan Pasiran Jaya. Tapi bilamana terjadi adanya indikasi penyimpangan atau penggelapan dalam pendistribusian bibit ke para Poktan – Poktan Kampung Pasiran Jaya, itu sudah tanggung jabaw Gapoktan (Arsam), karena kami sudah mendistribusikan sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementrian,” tegasnya.

Sayangnya saat dikonfirmasi, ketua gapoktan Arsam tidak dapat dihubungi. Saat ditelpon, kondisi handphone Arsam tidak aktif. (mad/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here