Ketua DPRD Minta Polda Bongkar Aktor Utama Pungli Disdikbud Pesawaran

BERBAGI

PESAWARAN – Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir menilai ada aktor utama dibalik pungli pengadaan laptop di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, yang berujung dua oknum PNS  terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim saber pungli Polda Lampung.

“Itu kan bantuan dari pusat, gak mungkin yang mengutip (memungut) kepala SMP. Kan dia juga sebagai penerima bantuan. Artinya, yang kena kutip itu dia (Kepala SMP N 4 Pesawaran) dan mungkin juga bersama teman-temannya. Biar persoalannya terang benderang dulu, artinya ada 7 sekolah yang berpeluang dipungli dan yang punglinya pasti diatas. Jangan maling teriak maling,”ungkap Nasir kemarin.

BACA JUGA  Bupati Dendi Dapat Gelar Adat

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran ini berharap agar aparat penegak hukum dapat mengungkap kasus tersebut secara tuntas sampai ke akarnya. Sehingga tidak ada pihak yang tidak bersalah menjadi korban.

IKLAN

“Saya kira harus dibuka dulu biar terang benderang persoalannya. Jangan dikorbankan geh yang dibawah. Sudah jadi korban, terus dikorbankan lagi.  Salah-salah mereka (IS dan ZA) itu korban,”tegasnya.

Menurutnya, jika yang mendapat bantuan adalah siswa, besar kemungkinan pihak kepala sekolah berpeluang melakukan pungutan liar. Namun, jika sekolah sebagai penerima bantuan, maka kepala sekolah justru yang menjadi korban pungli.

BACA JUGA  Banjir Akibat Infrastruktur Sungai Rusak

“Itu pendapat saya, dan siapa yang melakukan pungli. Nah, itu yang harus ditelusuri oleh Polda. Aktor yang melakukan pungli itu harus diungkap, gak mungkin sekelas IS dibelakangnya,”ujarnya.

Ditanya apakah dimungkinkan DPRD membentuk panita khusus (Pansus) untuk mengungkap persoalan tersebut? Diakui Nasir, hal itu sangat dimungkinkan jika dalam perjalanannya tidak terang benderang dalam penyelesaian kasus tersebut.

“Bisa (bentuk pansus), karena tertindasnya. Sudah menjadi korban, malah dikorbankan. Itu substansi yang harus digaris bawahi,”tegasnya.

Untuk itu, M.Nasir berharap agar tersangka IS dan Za dapat memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan tidak ada informasi yang ditutupi. Sehingga persoalan tersebut dapat terungkap hingga ke akar-akarnya.

BACA JUGA  Frans Agung dan BPOM Sosialisasi ke Tuba

“Harapan saya para tersangka dapat membuka dan menjelaskan ke aparat secara terang benderang. Siapa saja yang terlibat, dan Polda harus profesional mengusutnya, bila perlu KPK turun,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala sekolah (kepsek) SMP 4 Pesawaran dan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Selasa (28/8/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. (rnn/asf)

 

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here