BERBAGI

Bumilampung.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggelar rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban tahun 2018.

Rapat paripurna yang digelar dipimpin Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda tersebut digelar di ruang sidang DPRD setempat, Selasa (2/4/2019).

Dalam laporannya, Walikota Metro Achmad Pairin menyampaikan bahwa untuk indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Metro tahun 2018 mencapai 75,87 persen. Angka ini menempati posisi tertinggi kedua se-Provinsi Lampung. Rincian sari IPM Kota Metro tersebut terdiri dari angka harapan hidup mencapai 71,13 tahun, angka harapan lama sekolah 14,28 tahun, dan rata-rata lama sekolah 10,57 tahun. Kemudian untuk pendapatan per kapita sebesar Rp11,07 juta.

BACA JUGA  Ribuan Elstacy Dan Ganja Berhasil Di Amankan Aparat Polres Lamsel Di Pelabuhan Bakauheni
IKLAN

“Data ini merupakan indikasi bahwa Kota Metro memiliki fasilitas pendidikan yang relatif bebih baik, akses kesehatan yang mudah dijnagkau, serta sebagau pusat perdagangan dan jasa yang relatif kondusif. Selain itu juga angka kemiskinan dan pengangguran dari survei ekonomi nasional mengalami penurunan. Seperti pada tahun 2016-2017 persentasi penduduk miskin Mota Metro mencapai 10,15 persen tahun 2016 turun menjadi 9,89 persen pada tahun 2017. Faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan tersebut, selain faktor ekonomi dan pendidikan, faktor sosial lainnya serta pola hidup masyarakat menjadi salah satu indikator pendataan penduduk miskin,” paparnya.

BACA JUGA  Ketua DPRD Kota Metro Hadiri Pawai Pembangunan

Sementara itu, dalam rangka memperkuat struktur APBD Kota Metro dengan meningkatkan sumber pendapatan daerah baik PAD maupun pendapatan lain-lain yang sah dan lainnya.

Tidak hanya itu, pemkot juga lebih mengarahkan kepada intensifikasi pada sumber-sumber penerimaan daerah, dengan penyederhanaan sistem dan administrasi retribusi daerah.

“Dimana pada APBD 2018 telah ditargetkan Rp 869 miliar, dan terealisasi Rp 850 miliar atau 97,8 persen dari target.

BACA JUGA  Harga Gas Elpiji 3 Kg Di Lamsel Tinggi, Nanang Ermanto Sidak Pangkalan dan Pengecar

Kontribusi dana perimbangan masih sangat mendominasi. Yakni sebanyak 73,32 persen. Selanjutnya PAD 15,52 persen, dan lain-lain pendapatan 11,15 persen,” bebernya.

Ia juga menilai, bahwa dari indikator ekonomi makro, pembangunan di Metro telah berlangsung cukup dinamis, dengan berbagai pertumbuhan sejumlah sektor dan target-target yang telah berhasil dicapai.(Adv)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here