BERBAGI

bumilampung.com – Teman Bonsai Lampung (TBL) kembali menggelar pameran dan bursa bonsai. Kali ini TBL menggelar acara tersebut di Pekan Raya Lampung (PRL), Way Halim, Bandar Lampung.

Berbagai jenis pohon bonsai di pamer dan dijual di sini. Untuk ukurannya pun beragam termasuk model (style)nya. Dari yang small hingga large.

Nah, untuk harga, cukup terjangkau. Dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dijamin deh, gak akan menguras kantong kok.

IKLAN

” Di sini berbagai bonsai kita pamerkan. Ada jenis sinensis, hokianti, serut, kawista, sargenti, asoka, louhansung, kingkit dan lainnya. Kalau harga juga bermacam-macam tergantung jenis dan ukuran bonsai,” terang Ketua Pameran dan Bursa bonsai Andy Wijaya saat dikonfirmasi di lokasi.

BACA JUGA  Apa Itu Remaja, Genre ?... Ini Penjelasan BKKBN

Senada dikatakan anggota TBL Agum. Dia mengatakan bahwa acara ini di buka mulai Sabtu (03 hingga 18 Agustus).

“Pemeran dan bursa bonsai ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat,” ujar Abah Gum sapaan akrabnya.

Diakuinya juga bahwa acara tersebut juga ingin memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana tahapan awal untuk membuat bonsai dan tahapan apa saja yang dilakukan. Agar, imbuh dia, masyarakat juga tahu kenapa harga bonsai ini bisa sampai puluhan juta bahkan sampai ratusan juta.

BACA JUGA  Arinal dan DPRD Bahas Program Pembangunan Lampung

” Ya karena tahapan itulah yang membuat harga bonsai bisa melambung tinggi. Bonsai yang kita panjang ada sekitaran 45 pohon, mulai dari bahan sampai yang sudah jadi. Kalau harga bervariasi mulai dari harga Rp.350 Ribu – 10 Juta – 15 Juta yang kita pajang di pameran ini,” terangnya.

Selain itu, pameran dan bursa bonsai di pekan raya lampung juga terdapat tatacara dalam penilaian. Bursa pameran ini juga untuk mengajak masyarakat untuk membudidayakan tanaman dengan berbagai macam cara agar hargahtanaman bonsai bisa melambung tinggi.

“Kita hanya ingin memperkenalkan bonsai di PRL ini supaya masyarakat tidak bertanya – tanya mengapa harga bonsai bisa sampai ratusan juta bahkan lebih, karena perawatan itu saja tidak membutuhkan waktu yang sebentar bisa sampai puluhan tahun bisa juga sampai ratusan tahun. Tetapi bonsai itu juga masih tetep bisa hidup, bonsai di nilai bukan dari karakter tuanya, bonsai itu di nilai dari anatomi batang, kelengkapan batang, dari batang sampai dengan ranting itu memang sudah harus ada. Maka itu kami bikin pameran ini agar mereka tahu bagaimana penilaian dari bonsai supaya harganya lebih mahal.” tutupnya. (man/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here