Ekonomi & BisnisNasional

PTPN I Percepat Hilirisasi Kelapa di Seram, Target Replanting 3.100 Hektare

4
×

PTPN I Percepat Hilirisasi Kelapa di Seram, Target Replanting 3.100 Hektare

Sebarkan artikel ini

MALUKU – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, mempercepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, Regional 8, Pulau Seram, Maluku.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, saat kunjungan kerja ke Kebun Awaya, Kamis (5/3). Kunjungan ini sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis perusahaan di wilayah tersebut.

Pada tahap awal, PTPN I menargetkan replanting seluas 500 hektare pada 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai total 3.100 hektare di areal Kebun Awaya.

Manajer Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung agenda tersebut. Ia menilai Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia.

Dalam arahannya, Teddy mendorong seluruh karyawan menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun. Ia menegaskan, Kebun Awaya harus menjadi titik awal pengembangan hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I.

BACA JUGA  Rumah Sakit PTPN I Akan Dikelola IHC, Layanan dan Infrastruktur Ditingkatkan

“Program replanting 500 hektare pada 2026 dan 1.000 hektare pada 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujarnya.

Teddy juga menekankan penguatan budaya kerja melalui konsep “3 on 3” sebagai fondasi transformasi perusahaan, yang meliputi Owner’s Mindset, Networking, dan Excellence.

Owner’s Mindset mengedepankan pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat. Networking menitikberatkan pada kolaborasi yang memberi nilai tambah, sementara Excellence berfokus pada pencapaian kinerja sesuai tata kelola yang baik dengan risiko terukur.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kebun Awaya yang memiliki luas sekitar 4.586 hektare, terdiri atas 3.100 hektare kelapa dan 1.486 hektare karet.

BACA JUGA  PTPN I Regional 7 Dukung Pendidikan Berkelanjutan di Pagar Alam

Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya dinilai strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi dilakukan melalui replanting, peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Teddy menegaskan, keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi.

“Kebun Awaya diharapkan menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan,” katanya.

Kunjungan kerja ini turut dihadiri Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya.

Langkah ini sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara dalam memperkuat daya saing komoditas perkebunan serta mendorong kontribusi terhadap perekonomian daerah dan nasional.