JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melangkah ke tahun 2026 dengan optimisme tinggi usai menuntaskan fase transformasi fundamental di seluruh lini bisnis. Restrukturisasi yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan hasil nyata, ditandai dengan penguatan tata kelola dan peningkatan efisiensi operasional sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Kinerja positif itu tercermin dari capaian finansial hingga akhir 2025. PT Perkebunan Nusantara I membukukan penjualan sebesar Rp 4,99 triliun atau tumbuh 114,10% dibanding target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti strategi penguatan sektor hulu yang dijalankan perusahaan berada di jalur yang tepat. Komoditas karet kini menjadi kontributor utama pendapatan, didorong efisiensi proses bisnis dan kemampuan perusahaan merespons dinamika harga pasar global.
“Capaian di 2025 bukan sekadar angka, tapi bukti transformasi PTPN I sudah on the track. Kami membangun fondasi finansial yang sehat agar punya ruang lebih luas untuk akselerasi bisnis ke depan,” kata Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (19/2).
Tak berhenti di sektor hulu, PTPN I juga mengubah paradigma bisnis dengan mendorong hilirisasi. Perusahaan mulai agresif masuk ke sektor ritel, menghadirkan produk bernilai tambah seperti teh premium, kopi single origin, hingga gula kemasan yang kini telah menembus lebih dari 15.000 titik distribusi di seluruh Indonesia.
Ekspansi hilir tersebut dibarengi komitmen pada digitalisasi dan keberlanjutan. PTPN I menerapkan sistem ketertelusuran berbasis QR code untuk menjamin transparansi asal-usul produk. Langkah ini sekaligus disiapkan untuk memenuhi tuntutan pasar ekspor, termasuk regulasi keberlanjutan global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR).
“Tahun 2026 menjadi momentum mewujudkan ekosistem ekonomi hijau. Fokus kami pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan, di mana profitabilitas harus sejalan dengan kelestarian lingkungan dan kepatuhan standar global,” ujar Teddy.
Di sisi lain, PTPN I menegaskan komitmen sosial perusahaan. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan bantuan pemulihan bencana di wilayah Aceh dan Sumatera senilai lebih dari Rp 1 miliar, mencakup bantuan logistik hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Melalui platform pembelajaran digital Agronow, PTPN I mendorong peningkatan kompetensi insan perkebunan agar adaptif dan siap bersaing di tingkat global.
“Visi kami membangun PTPN I yang sehat, terintegrasi, dan bermartabat. Sinergi antara hilirisasi industri dan ekonomi hijau menjadi kunci daya saing di masa depan,” tutup Teddy. (Rls).












