BERBAGI

Bumilampung.com – Gerak cepat diambil pemerintahan Desa Sidodadi, Kecamatan Waylima, Pesawaran, dalam menyikapi persoalan warganya yang tak dapat bantuan sosial (bansos), meski kondisinya memprihatinkan.

Ya, warga itu bernama Satiyem. Janda tua itu hidup bersama anak gadisnya Santi (20) penyandang disabilitas. Mereka berdua hidup di Dusun Kuripan di dalam gubuk reot yang nyaris rubuh, tetapi tak tersentuh bansos dari pemerintah.

“Saat ini untuk ibu satiyem sudah mendapatkan bantuan. Baik itu bantuan beras dari pemkab dan bantuan lainnya. Bahkan kamipun sudah ajukan ibu Satiyem sebagai penerima BLT dari dana desa. Untuk administrasi ibu satiyem mudah mudahan besok selesai karena ibu satiyem ini menetap di desa sidodadi dari tahun 2016,” ujar Kepala Desa Sidodadi, Waylima, Pesawaran, Prastowo, Senin (11/05/20).

BACA JUGA  Ketua Ormas Arah Baru Mengunjungi Sekretariat SMSI
IKLAN

Tak hanya itu, Satiyem juga akan diajukan program bedah rumah di Dinas Sosial. “Setelah administrasi selesai maka secepat kami ajukan,” tegasnya.

Lebih lanjut Prastowo juga mengimbau kepada warganya, agar melaporkan segala persoalan yang menyangkut desanya kepada dirinya atau kepada pemerintahan desa setempat.

“Saya selaku kepala desa yang baru mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar kiranya segera melaporkan terkait persoalan persoalan di desa, dan pasti akan kami tindak lanjuti apalagi untuk kepentingan warga,” tandasnya.

BACA JUGA  Bapeda Provinsi Lampung Dan Kepolisan Lamsel Akan Gelar Razia Pajak Ranomor

Ditempat sama, Syukur, Camat Waylima, Pesawaran, mengatakan bahwa pemerintah sudah memberikan bantuan kepada Satiyem. “Ibu jangan ragu dan malu ya, ini sudah saya sampaikan kepada kepala desa dan perangkatnya untuk menindak lanjuti dan menyelesaikan semua kebutuhan ibu, baik itu kebutuhan pangannya dan kebutuhan papannya akan kita bantu ya bu,” kata Syukur.

BACA JUGA  Covid-19 tak Surutkan Penyuluh dan Petani Lampung Utara Panen Jagung

Syukur juga mengatakan seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Waylima,
untuk selalu memperhatikan warganya, jangan sampai terjadi kesalahfahaman.

Mendapat bantuan dari pemerintah, Satiyem meneteskan air mata. Dia tak kuat menahan haru dan syukurnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada bapak prastowo, bapak camat, bapak bapak kepala dusun dan bapak komari, saya kepengen punya rumah seperti rumah orang orang itu ucap bu Satiyem,” ujarnya terbata-bata.

Diberitakan sebelumnya bahwa Satiyem tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Padahal kondisinya sangat memprihatinkan. (ndr/asf)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here