BUMILAMPUNG.COM – Lazismu Kabupaten Lampung Selatan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) resmi meluncurkan Gerakan Sedekah Sampah (GGS) berbasis sekolah sebagai upaya menanamkan budaya bijak pengelolaan sampah sejak dini kepada siswa-siswi.
Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lazismu Lampung Selatan yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Kalianda, Jumat (24/1/2026).
Melalui program ini, Lazismu Lampung Selatan memberikan dukungan filantropi sosial berupa bantuan kepada sekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project Sedekah Sampah. Program ini diharapkan mampu mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan gerakan kedermawanan yang berkelanjutan.
Rakerda dan launching GGS dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lampung Selatan, Drs. H. Sutino Sasmito, serta dihadiri Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Lazismu Wilayah Lampung, Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Lampung Selatan, serta para pegiat pendidikan dan lingkungan.
Ketua Lazismu Lampung Selatan, Ahmad Hadi Hafidi, S.E, menegaskan bahwa Rakerda menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi umat.
“Rakerda Lazismu menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan memastikan setiap program benar-benar memberi dampak nyata bagi umat.
Melalui launching Sedekah Sampah, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari gerakan filantropi yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Hadi Hafidi, S.E.
Ia menambahkan, Rakerda Lazismu juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran persyarikatan dalam pengelolaan zakat yang profesional dan amanah.
“Launching program Sedekah Sampah menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam merespons isu lingkungan melalui gerakan filantropi yang berkemajuan dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Nanang Priyana yang menyampaikan materi bertajuk Amal Sholeh Lingkungan untuk Pendidikan Dhuafa. Materi ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari amal sosial yang dapat mendukung akses pendidikan bagi kaum dhuafa.
Melalui Gerakan Sedekah Sampah, Lazismu Lampung Selatan berharap tercipta sinergi antara sekolah, masyarakat, dan persyarikatan dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai filantropi Islam yang solutif dan berkelanjutan. ( net)












